Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA INTRUSION PREVENTION SYSTEM (IPS) DENGAN SNORT DAN OSSEC TERHADAP SERANGAN BRUTE FORCE
Pengarang
FACHRY HUSSAINI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1408107010058
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perkembangan teknologi informasi memiliki peranan penting dalam menjaga kerahasian suatu data dari akses yang tidak sah. Salah satu akses yang tidak sah tersebut ialah serangan brute force di mana brute force bekerja dengan sistematis mencoba semua kemungkinan kombinasi huruf dan angka. Untuk menjaga kerahasian suatu data maka diperlukan sistem keamanan jaringan, salah satu sistem keamanan jaringan tersebut adalah intrusion prevention system (IPS). Snort dan Ossec merupakan perangkat lunak IPS yang dapat digunakan sebagai pengaman pada sistem keamanan jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan performa IPS Snort dan Ossec terhadap serangan Brute force dengan membandingkan persentase packet reject, penggunaan CPU serta kecepatan waktu deteksi saat serangan dilakukan. Serangan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga tools dari brute force yaitu tools thc hydra, tools medusa dan tools ncrack. Hasil pengujian packet reject dengan tools tch hydra Snort rata-rata berhasil menahan serangan sebesar 46% sedangkan Ossec menahan 7%, serangan dengan tools Medusa Ossec lebih unggul daripada Snort dengan rata-rata jumlah serangan yang ditahan 62% sedangkan Snort berhasil menahan 9%. Serangan dengan tools Ncrak Snort rata-rata berhasil menahan 33% packet serangan sedangakan Oseec rata-rata berhasil menahan 7%. Penggunaan CPU Snort oleh user sebesar 2.6% sampai 4.1% dan konsumsi CPU oleh system sebesar 5.5% sampai dengan 36.1%. Sedangkan konsumsi CPU Ossec oleh user 18.7% sampai 30.9% dan konsumsi oleh system sebesar 20.5% sampai dengan 32.7%. Rata-rata waktu yang dibutuhkan Snort dan Ossec dalam mendeteksi serangan dengan tools Hydra adalah 12 second, serangan dengan tools Medusa Snort membutuhkan waktu 14 second untuk mendeteksi serangan sedangankan Ossec membutuhkan waktu 18 secound dan saat serangan dengan tools Ncrack Snort membutuhkan waktu 16 secound dalam mendeteksi serangan sedangkan Ossec membutuhkan waktu 18 secound.
Kata kunci : Jaringan Komputer, Keamanan Jaringan, IPS, Snort, Ossec
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISA KEAMANAN SERANGAN BRUTE FORCE TERHADAP SECURE SHELL SERVER PADA SISTEM KOLABORASI SNORT DAN COWRIE HONEYPOT (Setia Masyithah, 2020)
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS INTRUSION PREVENTION SYSTEM MENGGUNAKAN SOFTWARE OSSEC PADA SISTEM OPERASI UBUNTU (SYAHRUL HAFIZ, 2020)
ANALISA PERBANDINGAN INTRUSION PREVENTION SYSTEM MENGGUNAKAN SNORT DAN SURICATA (Qadri Mukhlis, 2018)
SISTEM KEAMANAN JARINGAN MENGGUNAKAN METODE SIGNATURE (STUDI KASUS: LABORATORIUM MATEMATIKA TERAPAN UNSYIAH) (Melky Muzawir, 2015)
IMPLEMENTASI DAN ANALISA RULE SIGNATURE BASED PADA SNORT + KFSENSOR HONEYPOT SEBAGAI SENSOR MALWARE (T. Putra Safrul Huda, 2019)