<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88494">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA INTRUSION PREVENTION SYSTEM (IPS) DENGAN SNORT DAN OSSEC TERHADAP SERANGAN BRUTE FORCE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FACHRY HUSSAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi informasi memiliki peranan penting dalam menjaga kerahasian suatu data dari akses yang tidak sah. Salah satu akses yang tidak sah tersebut ialah serangan brute force di mana brute force bekerja dengan sistematis mencoba semua kemungkinan kombinasi huruf dan angka. Untuk menjaga kerahasian suatu data maka diperlukan sistem keamanan jaringan, salah satu sistem keamanan jaringan tersebut adalah intrusion prevention system (IPS). Snort dan Ossec merupakan perangkat lunak IPS yang dapat digunakan sebagai pengaman pada sistem keamanan jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan performa IPS Snort dan Ossec terhadap serangan Brute force dengan membandingkan persentase packet reject, penggunaan CPU serta kecepatan waktu deteksi saat serangan dilakukan. Serangan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga tools dari brute force yaitu tools thc hydra, tools medusa dan tools ncrack. Hasil pengujian packet reject dengan tools tch hydra Snort rata-rata berhasil menahan serangan sebesar 46% sedangkan Ossec menahan 7%, serangan dengan tools Medusa Ossec lebih unggul daripada Snort dengan rata-rata jumlah serangan yang ditahan 62% sedangkan Snort berhasil menahan 9%. Serangan dengan tools Ncrak Snort rata-rata berhasil menahan 33% packet serangan sedangakan Oseec rata-rata berhasil menahan 7%. Penggunaan CPU Snort oleh user sebesar 2.6% sampai 4.1% dan konsumsi CPU oleh system sebesar 5.5% sampai dengan 36.1%. Sedangkan konsumsi CPU Ossec oleh user 18.7% sampai 30.9% dan konsumsi oleh system sebesar 20.5% sampai dengan 32.7%. Rata-rata waktu yang dibutuhkan Snort dan Ossec dalam mendeteksi serangan dengan tools Hydra adalah 12 second, serangan dengan tools Medusa Snort membutuhkan waktu 14 second untuk mendeteksi serangan sedangankan Ossec membutuhkan waktu 18 secound dan saat serangan dengan tools Ncrack Snort membutuhkan waktu 16 secound dalam mendeteksi serangan sedangkan Ossec membutuhkan waktu 18 secound.&#13;
Kata kunci : Jaringan Komputer, Keamanan Jaringan, IPS, Snort, Ossec</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88494</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-25 12:34:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-25 15:32:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>