Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH MIGRASI MASUK TERHADAP PENGANGGURAN DI KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Zulkipli - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0211110106
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh migrasi masuk terhadap pengangguran di Kabupaten Aceh Besar selama periode 1996-2005. Selain itu, penelitian ini juga untuk melihat bagaimana perkembangan migrasi masuk dan pengangguran di Kabupaten Aceh Besar dalam periode tersebut.
Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana, dengan menggunakan dua variabel yaitu migrasi masuk (variabel bebas) dan pengangguran (variabel terikat). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber Badan Pusat Statistik dan instansi lain yang ada hubungannya dengan penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun relatif kecil, namun terdapat hubungan antara migrasi masuk dengan pengangguran yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 57 persen. Persamaan akhir dari regresi ini menunjukkan jika terjadi kenaikkan migrasi sebesar I persen, maka akan diikuti dengan meningkatnya angka pengangguran sebesar 1,026 persen. Koefisien determinasi sebesar 0,327, ini berarti variabel migrasi mampu menjelaskan variabel pengangguran sebesar 32 persen, sedangkan 68 persen lagi dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Pembuktian babwa variabel migrasi mempengaruhi pengangguran dapat dilihat dari hasil uji t, dimana nilai t hitung sebesar 1,971 lebih besar dari ttabel 1,860. jadi Ho ditolak dan Ha, diterima. Sedangkan perkembangan pengangguran dan migrasuk masuk, sccara rata-rata terus meningkat setiap tahun yaitu 26,64 persen untuk migrasi masuk dan 54,75 persen untuk pengangguran.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan pihak Swasta perlu mengarahkan investasi ke sektor padat karya untuk menyerap tenaga kerja yang masih banyak menganggur. Selain itu, Pemerintah Pusat dan pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam perlu melaksanakan usaha-usaha memperkecil kesenjangan antar daerah di Aceh untuk mengurangi mobilitas penduduk yang berlebihan ke daerah yang relatif maju. Melalui dinas terkait, Pemerintah kabupaten Aceh Besar perlu mengadakan pelatiaban kewirausahaan bagi migran dalam memulai dan menjalankan usahanya.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PENGARUH PENGANGGURAN, PENYERAPAN TENAGA KERJA, UPAH MINIMUM DAN PDRB TERHADAP MIGRASI DI PROVINSI ACEH (NOVA PUSPITA SARI, 2022)
PENGARUH PENDIDIKAN, PENGANGGURAN DAN PENDAPATAN TERHADAP MIGRASI DI PROVINSI ACEH (RAEHAN DWIANSYAH PUTRI, 2020)
PENGARUH MIGRASI, INFLASI, DAN UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TERHADAP PENGANGGURAN KOTA BANDA ACEH (DWIKA ASHIFA PUTRI, 2018)
PENGARUH MIGRASI, PENGANGGURAN, DAN PDRB PER KAPITA TERHADAP KRIMINALITAS DI 5 KOTA BESAR INDONESIA (MUHAMMAD ZAKI AL KHULAIFI, 2025)
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIGRASI MASUK KE KOTA BANDA ACEH (MUSPIRAH MAUIDAH, 2021)