ANALISIS KEBUTUHAN LAHAN DI WILAYAH ENCLAVE TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER KABUPATEN GAYO LUES (STUDI KASUS KECAMATAN PUTRI BETUNG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KEBUTUHAN LAHAN DI WILAYAH ENCLAVE TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER KABUPATEN GAYO LUES (STUDI KASUS KECAMATAN PUTRI BETUNG)


Pengarang

MUNAR MUHARDIAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200040005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan lahan di wilayah enclave Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) terus meningkat dengan meningkatnya jumlah penduduk. Tekanan penduduk yang terjadi di Kecamatan Putri Betung diakibatkan oleh adanya migrasi penduduk dari daerah lain di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan penduduk terhadap lahan, kebutuhan alokasi ruang lahan budidaya dan menyusun skenario untuk penanganan kebutuhan lahan budidaya dan penduduk di Kecamatan Putri Betung. Tahapan penelitian diawali dengan survey lapangan dan wawancara penduduk setempat. Kemudian dilanjutkan analisa data kebutuhan lahan menggunakan formula Soemarwoto dengan memperhatikan pengaruh tekanan penduduk dan laju pertumbuhan penduduk. Hasil survey menunjukan kawasan budidaya di dalam enclave tidak cukup sehingga terjadilah perambahan pada kawasan TNGL sebesar 4.776,97 ha. Tekanan penduduk terhadap lahan pertanian di 13 desa di Kecamatan Putri Betung, menunjukkan bahwa 12 desa menunjukan nilai TP > 1, dan satu desa tekanan penduduk TP < 1, yaitu Desa Gumpang Lempuh, sedangkan kebutuhan lahan untuk hidup layak di Kecamatan Putri Betung dalam 20 tahun mendatang adalah 6117,15 ha. dapat disimpulkan bahwa luas lahan pertanian di wilayah enclave sudah tidak mencukupi lagi bagi masyarakat dan perlu dilakukan penanganan dengan melakukan relokasi penduduk atau penambahan lahan budi daya, atau pengalihan mata pencaharian masyarakat di Kawasan Putri Betung.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK