<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88456">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KONDISI PSIKOLOGIS ANAK (SUATU PENELITIAN PADA ANAK DALAM WILAYAH KECAMATAN MATANG KULI KABUPATEN ACEH UTARA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sitti Fatimah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Poligami  yang dilakukan  orang  tua memiliki  pandangan  dan  dampak terhadap   psikologis  bagi  keluarga   dan  anak,  baik  secara  positif  maupun negatif.  Dampak   yang  ditimbulkan  biasanya  lebih  cenderung   adalah  ibu dan  anak..   Penelitian   yang  berjudul   &quot;Dampak   poligami   terhadap  kondisi psikologis    anak&quot;    ini   untuk    mengetahui    bagaimana    pandangan    anak terhadap  orang  tuanya  yang  berpoligami   dan  dampak   poligami   terhadap kondisi  psikoJogis  anak.  Sampel  dalam  penelitian   ini  adalah  sebanyak   9 orang  anak.  dari  8  keluarga  yang  berpoligami  di Kecamatan  Matang  Kuli Pendekatan    yang    digunakan    adalah    pendekatan    deskriptif   kualitatif. Instrumen    yang   digunakan     adalah    wawancara    dan   observasi.    Hasil penelitian   ini  menunjukkan  bahwa   anak  dari  orang   tua  berpoligami   di Kecamatan   Matang   Kuli  semua   menolak   poligami   karena  anak  merasa dikhianati oleh orang  tuanya.  Dengan  adanya  poligami  dapat  mengganggu kondisi   psikologis    anak.   Poligami   bisa   membuat   anak   menjadi    lebih mandiri,  bijaksana dan  dewasa  dalam  befikir.  Anak  mengatakan   bisa  saja menerima   poligami   jika   orang   tuanya   dapat   berlaku   adil   terhadap   2 keluarga   baik  dari  segi  materi,  perhatian   dan  kasih  sayang.   Diharapkan kepada   keluarga   berpoligami   supaya   memperhatikan  kondisi   psikologis anak    sehingga    tidak    ada    anak    yang    merasa    dikhianati    dan    tidak mendapatkan  perhatian  serta kasih sayang dari orang tua.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Dampak Poligami, kondisi psikologis anak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88456</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 10:57:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 10:58:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>