<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88454">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK POLIGAMI TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN KEBAYAKAN KOTA TAKENGON)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tubagus Fani Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Poligami   selalu  menuai   kontraversi,  Banyak  orang  yang  setuju,  namun tidak  sedikit pula  yang menolak.  Pendapat  yang  setuju punya argumentasi  yang kuat,  begitu  pula  yang  menolak.  Di dataran  tinggi  Gayo  poligami  dapat  diterima oleh masyarakat setempat. karena poligami dianggap  sesuai dengan ajaran  islam. Akan  tetapi.  ini  akan  membawa   dampak  pada  perkembangan sosial  anak.  Oleh karena  itu tujuan  penelitian ini  untuk  mendeskripsikan bagaimanakan pandangan masyarakat Gayo  terhadap  poligami   dan  bagaimanakah  hubungan   sosial  antara anak     dengan     orang    tuanya    yang     berpoligami    serta    untuk     mengetahui bagaimanakah  dampak   poligami   terhadap   perkembangan  sosial  anak.   Populasi dalam  penelitian ini tokoh  masyarakat, anak  dan  keluarga  yang  berpoligami yang ada   di   Kecamatan   Kebayakan.   Sampel   ditarik   dengan   menggunakan   teknik purposive sampling. Metode  penelitian yang digunakan adalah  metode  deskriptif kualitatif.   Sedangkan  untuk  mengumpulkan  data  digunakan   metode   wawancara dan  pengolahan data  dengan  menggunakan  analisis  kualitatif.  Dari  hasil  analisa dan  pengolahan  data  ternyata   menunjukkan  bahwa  (1)  tidak semua  masyarakat gayo dapat  menerima poligami.  Hal ini dibuktikan bahwa  masyarakat mempunyai pandangan   yang  positif dan  negatif terhadap   poligami   Disebutkan  kurang   dari setengah    (45%)    masyarakat   menjawab   dapat    menerima    poligami.    Namun disebutkan   pula  sebagian  besar  (55%)  masyarakat yang  menolak   dengan  alasan bahwa   poligami  dapat  menimbulkan   perpecahan    dalam  rumah  tangga  yang dampaknya sangat  di  rasakan  oleh  istri  terlebih  lagi  pada  anak.  (2)  tidak  semua anak  melakukan  hubungan   sosial   dengan   orang  tuanya   yang   berpoligami.  (3) Dampak   poligami   terhadap  perkembangan  anak   sangat   beragam.  Kesimpulan penelitian ini bahwa dampak  poligami  terhadap  perkembangan sosial  anak  dapat membawa dampak  berkurangnya interaksi antara  anak  dengan  ayah, ibu tiri, dan lingkungan  bermain  anak. Saran kepada  suami  yang ingin berpoligami hendaknya dapat  mempertimbangkan akibat  yang ditimbulkan terhadap  perkembangan sosial anaknya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88454</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 10:32:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 10:34:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>