PERKEMBANGAN TARI RATEB MEUSEUKAT TUNANG DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERKEMBANGAN TARI RATEB MEUSEUKAT TUNANG DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

INDAH SHASQIAH PUTRI SALWA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606102030019

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata kunci: Perkembangan, tari Rateb Meuseukat Tunang
Penelitian ini berjudul “Perkembangan tari Rateb Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya” adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Perkembangan Bentuk Penyajian tari Rateb Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan Bentuk Penyajian tari Rateb Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Putri Sabawa Desa Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya dan Sanggar Putri Karya Desa Lhok Puntoy Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam bentuk penyajiannya. Di Sanggar Putri Sabawa, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif sejak tahun 1972 dan mengalami perkembangan menjadi tari kreasi Rateb Meuseukat Tunang tahun 1996. Di sanggar Putri Karya, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif pada tahun 1985 dan berkembang menjadi tari kreasi Rateb Meuseukat Tunang pada tahun 2000. Unsur yang mengalami perkembangan berdasarkan unsur bentuk penyajian tari yaitu adanya perubahan jumlah penari yang awalnya 12 penari dan 1 syeh berkembang menjadi penari yang beranggotakan 8, 10 bahkan bebas. Gerak pada tari tersebut mengalami perkembangan yang awalnya monoton sambil duduk, kini berubah menjadi lincah dengan adanya berdiri dan melompat. Pola Lantai yang awalnya duduk berjajar bekembang menjadi pola lantai yang bervariasi dalam berbagai bentuk dan merubah pertunjukan tari ini dalam beberapa kelompok dalam sekali penampilan. Yang terakhir yaitu unsur pendukung tari yaitu Properti yang awalnya tidak ada kini ditambah dengan penggunaan Batee Ranup di akhir penampilan sedangkan tata rias dan busana tidak mengalami perkembangan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK