<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88402">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI PEROLEHAN GLUKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL DARI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL SUBSTRAT DAN PH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUZA ARFIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara saat  ini adalah jumlah  energi  fosil seperti minyak  bumi yang sangat  terbatas,  sementara kebutuhan energi  terus meningkat  Oleh karena itu,  perlu dikembangkan bahan bakar  alternatif yang  bersifat  terbarukan   dan  konservasi  energi  yaitu  sumber energi bomassa  Sumber energi biomassa dapat berasal dari tanaman perkebunan atau pertanian,  hutan, maupun limbah  Hasil  konversi biomassa ini dapat berupa biogas, bioetanol, biodiesel, arang dan sebagainya   Beberapa tahapan untuk menghasilkan  bioetanol  dari bahan lignoselulosa   diantaranya,  pemisahan  antara lignin,  hemiselulosa   dan  selulosa  Selanjutnya  selulosa   dikonversi   menjadi glukosa. kemudian glukosa yang terbentuk akan diubah menjadi bioetanol  Tujuan penelitian ini  adalah menghidrolisis  selulosa menjadi glukosa dengan menggunakan bantuan enzim  selulase   Berdasarkan  penelitian  sebelumnya (Afrida, 2010)  glukosa yang diperoleh dari  alang-alang  dengan  bantuan enzim selulase  masih  sangat  rendah  yaitu  sebesar  53.5  mg/ml  Beberapa faktor  yang diduga menyebabkan hal ini adalah tdak adanya pengontrolan pH selama proses inkubasi dan ukuran partikel  substrat yang terlalu besar Faktor yang digunakan pada penehitian ini  adalah ukuran partikel substrat dan  pH.  Ukuran  partikel  substrat  biomassa  alang-alang berukuran  80 dan  I00 mesh dan nilai pH larutan dibuat sesuai dengan variasi perlakuan yakni 4,2 ;4,8,5,5.Inkubasi dilakukan dengan  menggunakan inkubator  pada suhu 37&quot; C selama 72 jam Analisis glukosa dilakukan setiap 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam.  12 jam, 24 jam,  48 jam,  dan  72 jam dengan  menggunakan  metode Anthrone  dan alatnya Spectrofotometri.Tahap 2 dilakukan apabila kondisi optimum  belum tercapai Maka kondisi  tersebut  diulangi kembali  dengan memperpanjang waktu  inkubasi hingga diperolehglukosa yang optimum untuk kondisi perlakuan terbaik Has1l  penel itan menunjukkan  bahwa substrat  alang-alang ukuran  partikel 80 mesh pH 4.2 menghasilkan glukosa  30,9 mg/ml, pH 4.8 menghasilk an glukosa 35,3 mg/ml,  dan pH 5.5  menghasilkan glukosa 52,5 mg/ml  Substrat alang-alang ukuran  partikel  100  mesh  pH 4,2  menghasilkan  glukosa  45,4  mg/ml,  pH  4,8 menghasilkan glukosa 54,4 mg/ml, dan pH 5,5 menghasilkan glukosa 80,2 mg/ml Glukosamaksimum dicapai pada waktu inkubasi selama 72 jam Berdasarkan  hasil  perolehan  glukosa  pada tahap  pertama,  glukosa  yang&#13;
dihasilkan  dari  semua  perlakuan  baik untuk  ukuran  80  dan  100  mesh  pH  5,5 cenderung naik  seiring dengan   lama  waktu  inkubasi   Pengkondisian   larutan dengan pH  5.5  diduga  merupakan kondisi  optimum enzim  selulase  didalam mengkonversi   selulosa   menjadi   glukosa  Untuk   itu,   kondisi  terbaik  diulangi kembali  hingga  mencapai kondisi optimum  untuk  substrat  berukuran 100 mesh dan pH 5.5.Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa glukosa yang dihasilkan meningkat yakni 121,8  mg/ml (12,1  %) dicapai pada waktu inkubasi selama 96 jam.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88402</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-23 09:58:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-23 10:08:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>