PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA


Pengarang

Juanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0111110047

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap inflasi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder (time series) selama 22 tahun (1982-2004) yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik serta dari literatur lainnya yang berkaitan dengan masalah skripsi ini.
Analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah deskriptif kuelitatif dengan melihat persentase perkembangan tingkat suku bunga (SBI) dan (JUB) serta lndeks Harga Konsumen (IHK) selama periode
1982-2004. Adapun model yang digunakan untuk melihat pengaruh tingkat suku bunga SBI dan JUB terhadap inflasi di Indonesia digunakan analisis regresi semi log dengan formula i=?+? InJUB+?SBl+ e1.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, konstanta (?)=1.996,1 menunjukkan bahwa inflasi di Indonesia sebesar 1.996,1 persen pada saat JUB dan SBI sama dengan nol; koefisien regresi (?)=2,7480 artinya apabila terjadi kenaikan JUB sebesar 1 persen akan menyebabkan inflasi mengalami kenaikan sebesar 2, 7480 persen. Koefisien regresi (?)=-0,1672 menyatakan bahwa setiap peningkatan SBI 1 persen, akan menurunkan laju inflasi sebesar 0,1672 persen. Koefisien korelasi (R) menunjukkan bahwa derajat hubungan antara variabel bebas dengan veriabel terikat 49,26 persen. Angka koefisien determinasi (R2 adalah 0,5433 artinya 54,33 persen perubahan inflasi dijelaskan oleh tingkat suku bunga (SBI) dan (JUB), sedangkan sisanya 45,67 persen dijelaskan oleh faktor-faktor di luar penelitian ini. Hasil uji F statistik diperoleh nilai Fhit sebesar 616,7 sedangkan Ftab pada tingkat signifikansi ?=10% adalah sebesar 2,94. Hal ini mempelihatkan bahwa Fhit > Ftab, artinya hipotesis dapat diterima yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) berpengaruh negatif dan jumlah uang beredar (JUB) berpengaruh positif terhadap inflasi di Indonesia.








Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK