ANALISIS SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN UNGGULAN DI KABUPATEN ACEH BESAR PERIODE 1993-2004 (MELALUI PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN UNGGULAN DI KABUPATEN ACEH BESAR PERIODE 1993-2004 (MELALUI PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT)


Pengarang

Rudy Permana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0211110084

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sub Sektor Industri Pengolaban apa saja yang menjadi sektor unggulan (leading sector) di Kabupaten Aceh Besar dan untuk mengetahui bagaimana pcrtumbuhan dari sektor unggulan tersebut.Data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan berdasarkan data seri waktu (Lime series) selama periode 1993-2004 yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta sumber-sumber lainnya yang terkait dengan penelitian ini. Untuk rnengetahui sub sektor industri pengolahan apa yang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Aceh Besar digunakan metode Location Quotient. Sedangkan untuk mengetahui pertumbuhan dari sektor unggulan tersebut digunakan model analisis Coumpounding Factor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1993-2004 terdapat 3 (tiga) sektor unggulan (leading sector) dari 9 Sub Sektor lndustri Pengolahan Tanpa Migas yaitu : Sub Sektor Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya; Sub Sektor Semen dan Barang GaJian Bukan Logam dan Sub Sektor Alat Angkutan, Mesin dan PeraJatannya yang masing-masing memiliki nilai LQ > I. Sedangkan Sub Sektor industri lainnya bukan merupakan sektor ungglan (non basis) karena memiliki nilai LQ < 1.Pertumbuhan dari sektor unggulan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sub Sektor Semen dan Barang Galian Logam memiliki tingkat pertumbuhan yang paling tinggi yaitu sebesar 3, 17 persen per tahun, diikuti dengan Sub Sektor Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya dengan tingkat pertumbuhan 2,20 persen per tahun. Kemudian Sub Sektor AJat Angkutan,Mesin dan Peralatannya memilliki tingkat pertumbuhan terendah yaitu sebesar 1,90 persen per tahun.
Pentingnya mengidentifikasi sektor unggulan dalam perekonomian daerah adalah sebagai bahan pijakan awal dalam memformulasikan setiap kebijakan pembangunan daerah yang berhubungan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi regional.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK