Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
GAMBARAN KELUHAN MULUT KERING (SEROSTOMIA) PADA PENGGUNA ROKOK ELEKTRIK (E-CIGARETTE) (STUDI PADA KOMUNITAS ACEH CLOUD SYNDICATE KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
NAJLA ASYURA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1713101010020
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Serostomia adalah keluhan subjektif terhadap mulut kering dan merupakan salah satu manifestasi oral dari perokok elektrik akibat paparan zat nikotin. Rokok elektrik adalah jenis NRT yang paling sering digunakan terutama dikalangan remaja sebagai alat untuk pemberhentian merokok tembakau dan dianggap lebih aman bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serostomia pada pengguna rokok elektrik di komunitas Aceh Cloud Syndicate Banda Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif non-ekperimental dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu 31 perokok elektrik yang merupakan anggota komunitas ACS yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari kuisioner SXI dan pertanyaan standar serostomia. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perokok elektrik di komunitas ACS adalah laki-laki yang sebagian besar mengalami gejala serostomia (87%) dengan derajat keparahan serostomia ringan terbanyak (54,8%). Subjek berusia 20-24 tahun terbanyak mengalami gejala serostomia (85%). Perokok dual user terbanyak mengalami serostomia sedang (41,2%) dan serostomia ringan terbanyak pada perokok regular (64,3%). Perokok ringan terbanyak mengalami serostomia ringan (57,1%) dan perokok berat terbanyak mengalami serostomia sedang (38,5%). Frekuensi merokok elektrik >3x/hari (55,6%) dan durasi merokok >2 tahun terbanyak mengalami gejala serostomia (55,6%). Intensitas merokok elektrik >20 menit/hari lebih banyak mengalami serostomia ringan (60%). Kadar nikotin 3 mg terbanyak mengalami gejala serostomia (59,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar perokok elektrik yang berusia 18-34 tahun mengalami gejala serostomia ringan dan terdapat perbedaan distribusi pada usia, status perokok, tingkat keparahan perokok, frekuensi, durasi dan intensitas waktu merokok serta kadar nikotin yang digunakan.
Kata kunci: Serostomia, Nicotine Replacement Therapy (NRT), Rokok Elektrik, Summated Xerostomia Inventory (SXI)
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN SEROSTOMIA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (anggia geubrina, 2015)
PERILAKU DAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA KESEHATAN ROKOK ELEKTRIK (VAPOR) PADA KOMUNITAS VAPORIZER KOTA BANDA ACEH (RICKY RAHMADHANA PUTRA, 2020)
PERAN MEDIA BARU DALAM MENGUBAH PERILAKU PEROKOK TEMBAKAU KE ELEKTRIK DI KOTA BANDA ACEH (Iwan Sunaria, 2019)
KARAKTERISTIK PASIEN ASMA PENGGUNA INHALASI BETA-2 AGONIS DAN ATAU KORTIKOSTEROID YANG MENGALAMI SEROSTOMIA DI POLI PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH (MUHAMMAD FADIL, 2016)
FENOMENA ROKOK ELEKTRIK (VAPE) PADA KOMUNITAS VAPOR DI KOTA BANDA ACEH (RIZKY ULFA, 2021)