Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KEUNTUNGAN EMPING MELINJO PADA PEDAGANG PENGECER DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Ruwaida - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505102010131
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ruwaida, "Analisis Keuntungan Emping Melinjo Pada Pedagang Pengecer di Kota Banda Aceh", di bawah bimbingan Bapak Ir. M. Nasir Abdussamad, M.Si, sebagai pembimbing utama dan Ibu Dra. Ellyza Zulk:ifli, sebagai pembimbing kedua.Emping melinjo adalah makanan ringan sejenis keripik yang bentuknya bulat pipih yang merupakan basil dari proses pengolahan buah melinjo yang sudah tua.Kota Banda Aceh adalah salah satu daerah sentral pemasaran emping melinjo, dimana emping melinjo tersebut berasal dari Kabupaten Pidie yang menjadi sental produksi emping melinjo. Salah satu pedagang perantara yang paling banyak menjajakan barang adalah pedagang pengecer yang langsung memasarkan emping melinjo kepada konsumen. Dalam pemasaran emping melinjo tersebut juga terlibat lembaga-lembaga pemasaran lainnya, sehingga pemasaran emping melinjo merupakan permasalahan yang perlu dikaji, karena sistem pemasaran yang tepat dapat meninglcatkan keuntungan bagi setiap lembaga pemasaran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalis is besamya keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer dari penjualan emping melinjo di Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui besarn ya profit margin yang diterima oleh produsen emping melinjo dan lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat.Penelitian ini dilakukan pada 3 pasar Kota Banda Aceh,yaitu Pasar Peunayong, Pasar K.ampong Baro clan pasar Ulee Kareng. Penentuan daerah pasar sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan pasar tersebut banyak terdapat pedagang pengecer emping melinjo, selain itu pasar tersebut juga merupakan pasar sentral di Kota Banda Aceh.Metode pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu secara acak sederhana (Simple Random Sampling) dengan jumlah pedagang pengecer yang cliambil sebagai sampel 20 orang (40 % dari jumlah populasi) dan dengan jumlah pelaku pemasaran yang terlibat yaitu pengrajin (produsen) emping melinjo daerah penelitian, agen daerah penelitian,grosir daerah penelitian dan grosir Kota Banda Aceh yang diambil sebagai sampel adalah 27 orang (40 % dari jumlah populasi).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer emping melinjo di Kota Banda Aceh adalah sebesar Rp 7.730,14/bulan,ini menunjukan bahwa penjualan emping melinjo dapat memberikan keuntungan bagi pedagang pengecer yang ada di Kota Banda Aceh.Hasil penelitian profit margin menunjukkan bahwa profit margin yang terbentuk pada saluran pemasaran tipe I adalah 2.963 rupiah per kilogram pada pengrajin emping melinjo (produsen) di daerah penelitian, 1.999,3 rupiah per kilogram pada agen Kabupaten Pidie dan 2.739 rupiah per kilogram pada pedagang pengecer Kota Banda Aceh. Pada saluran pemasaran tipe II profit margin yang terbentuk adalah 2.963 rupiah per kilogram pada pengrajin emping melinjo (produsen) di daerah penelitian clan 2.000 rupiah per kilogram pada pedag ang grosir Kecam atan. Pada saluran pemasaran tipe III profit margin yang terbentuk adalah 2.963 rupiah per kilogram pada pengrajin emping melinjo (produsen) di daerah penelitian, 1.999,3 rupiah per kilogram pada agen Kabupaten Pidie, 2.000 rupiah per kilogram pada pedagang grosir Kota Banda Aceh dan 1.999,9 rupiah per kilogram pada pedagang pengecer Kota Banda Aceh. Pada saluran pemasaran tipe IV profit margin yang terbentuk adalah 2.963 rupiah per kilogram pada pengrajin emping melinjo (produsen) di daerah penelitian.Profit yang diterima oleb pengrajin emping melinjo di daerah penelitian adalah sebesar 2.811.427,06 rupiah/bulan, profit yang diterima oleh pedagang pengecer Kota Banda Aceb pada saluran pemasaran tipe I adalah sebesar 964.763,80 rupiah/ bulan, profit yang diterima oleb pedagang pengecer Kota Banda Aceb pada saluran pemasaran tipe ill adalah sebesar 704.451,05 rupiah/ bulan,profit yang diterima oleh agen Kabupaten Pidie pada saluran pemasaran tipe I dan III adalah sebesar 933.686,99 rupiah/ bulan, profit yang diterima oleh grosir Kecamatan adalah sebesar 808.038,76 rupiah/ bulan dan profit yang diterima oleh grosir Kota Banda Aceh adalah sebesar 364.781,76 rupiah/ bulan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa saluran pemasaran emping melinjo yang pendek menyebabkan tingginya profit margin yang diterima pada setiap lembaga pemasaran yang terlibat clan rendahnya margin pemasaran yang terbentuk.
Tidak Tersedia Deskripsi
SISTEM PRODUKSI DAN PEMASARAN EMPING MELINJO DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE (FITRI, 2020)
SISTEM PEMASARAN EMPING MELINJO DI KABUPATEN PIDIE (ELDA ROZAINI, 2020)
STUDI PRODUKSI DAN SISTEM PEMASARAN EMPING MELINJO PADA HOME INDUSTRI DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE (DESI ERLA YUNITA, 2020)
ANALISIS PEND APATAN DAN PEMASARAN EMPING MELINJO DI KECAMA TAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE (Cut Aja Husna, 2020)
ANALISA USAHA DAN PEMASARAN EMPING MELINJO DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE (M.yogi Royfhandi, 2019)