<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88258">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEUNTUNGAN EMPING MELINJO PADA PEDAGANG PENGECER DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ruwaida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ruwaida,  &quot;Analisis Keuntungan  Emping  Melinjo  Pada Pedagang  Pengecer di Kota  Banda   Aceh&quot;,  di  bawah  bimbingan   Bapak  Ir.  M.  Nasir   Abdussamad,   M.Si, sebagai pembimbing  utama dan Ibu Dra. Ellyza Zulk:ifli, sebagai pembimbing  kedua.Emping  melinjo  adalah  makanan ringan  sejenis  keripik  yang  bentuknya  bulat pipih yang merupakan  basil dari proses  pengolahan  buah  melinjo yang sudah  tua.Kota Banda Aceh adalah salah satu daerah sentral pemasaran   emping   melinjo,   dimana emping  melinjo   tersebut  berasal  dari  Kabupaten   Pidie  yang  menjadi   sental  produksi emping melinjo. Salah satu pedagang  perantara yang paling banyak  menjajakan barang adalah pedagang pengecer yang langsung memasarkan emping   melinjo   kepada konsumen.  Dalam pemasaran emping  melinjo  tersebut  juga  terlibat lembaga-lembaga pemasaran  lainnya, sehingga pemasaran  emping melinjo  merupakan  permasalahan  yang perlu  dikaji, karena  sistem  pemasaran  yang tepat  dapat  meninglcatkan  keuntungan  bagi setiap lembaga pemasaran.Tujuan  dari  penelitian   ini  adalah  untuk  mengetahui  dan  menganalis is  besamya keuntungan  yang diperoleh  pedagang  pengecer  dari penjualan emping  melinjo  di Kota Banda Aceh dan untuk  mengetahui  besarn ya profit margin  yang diterima oleh produsen emping melinjo  dan lembaga-lembaga pemasaran  yang terlibat.Penelitian  ini dilakukan  pada 3 pasar Kota Banda Aceh,yaitu  Pasar  Peunayong, Pasar K.ampong Baro clan pasar Ulee Kareng. Penentuan  daerah  pasar sampel dilakukan secara sengaja (purposive  sampling)  dengan pertimbangan pasar tersebut   banyak terdapat  pedagang  pengecer  emping  melinjo,  selain  itu pasar  tersebut juga  merupakan pasar  sentral  di Kota Banda Aceh.Metode  pengambilan  sampel yang dilakukan  dalam penelitian  ini  yaitu  secara  acak  sederhana  (Simple Random Sampling) dengan jumlah pedagang  pengecer yang cliambil sebagai  sampel 20 orang (40 % dari jumlah populasi) dan dengan jumlah pelaku  pemasaran   yang terlibat  yaitu  pengrajin (produsen)  emping melinjo  daerah  penelitian,  agen  daerah  penelitian,grosir  daerah  penelitian  dan  grosir Kota  Banda  Aceh  yang  diambil  sebagai  sampel  adalah  27  orang  (40  % dari jumlah populasi).Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  rata-rata keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer emping  melinjo  di Kota Banda Aceh adalah sebesar Rp 7.730,14/bulan,ini menunjukan bahwa penjualan  emping  melinjo   dapat memberikan  keuntungan  bagi pedagang  pengecer  yang ada di Kota Banda Aceh.Hasil penelitian  profit  margin  menunjukkan  bahwa  profit  margin  yang  terbentuk pada saluran  pemasaran  tipe  I adalah  2.963 rupiah per kilogram  pada pengrajin emping melinjo   (produsen)   di  daerah   penelitian,    1.999,3   rupiah   per kilogram pada agen Kabupaten  Pidie  dan  2.739  rupiah  per  kilogram  pada  pedagang  pengecer  Kota  Banda Aceh.  Pada  saluran  pemasaran  tipe II profit margin  yang terbentuk  adalah 2.963 rupiah per kilogram  pada pengrajin emping  melinjo  (produsen)  di daerah  penelitian clan 2.000 rupiah  per kilogram  pada pedag ang grosir  Kecam atan.  Pada  saluran  pemasaran  tipe III profit margin  yang terbentuk  adalah  2.963 rupiah per kilogram  pada pengrajin emping melinjo  (produsen) di daerah penelitian, 1.999,3   rupiah   per   kilogram   pada  agen Kabupaten  Pidie, 2.000 rupiah per kilogram  pada pedagang grosir Kota Banda Aceh dan 1.999,9 rupiah  per kilogram  pada  pedagang  pengecer  Kota Banda  Aceh. Pada  saluran pemasaran  tipe IV profit margin yang terbentuk adalah 2.963 rupiah  per kilogram  pada pengrajin emping melinjo (produsen)  di daerah penelitian.Profit  yang  diterima  oleb  pengrajin emping  melinjo  di  daerah  penelitian   adalah sebesar  2.811.427,06 rupiah/bulan, profit yang  diterima oleh pedagang pengecer  Kota Banda  Aceb  pada  saluran  pemasaran tipe  I adalah  sebesar  964.763,80  rupiah/ bulan, profit yang diterima  oleb pedagang  pengecer Kota Banda  Aceb pada  saluran  pemasaran tipe   ill  adalah   sebesar   704.451,05   rupiah/   bulan,profit yang diterima   oleh   agen Kabupaten  Pidie  pada   saluran   pemasaran  tipe  I  dan III  adalah   sebesar   933.686,99 rupiah/  bulan,  profit  yang  diterima  oleh  grosir Kecamatan   adalah  sebesar  808.038,76 rupiah/  bulan  dan profit  yang  diterima oleh  grosir  Kota  Banda  Aceh  adalah  sebesar 364.781,76 rupiah/  bulan.Penelitian   ini  menyimpulkan  bahwa   saluran   pemasaran    emping   melinjo   yang pendek menyebabkan tingginya  profit  margin yang diterima  pada setiap  lembaga pemasaran yang terlibat  clan rendahnya  margin  pemasaran yang terbentuk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88258</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 11:03:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 11:14:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>