<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88244">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGUSAHA TAHU KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risdian Cahyaningrat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Risdian Cahyaningrat dengan judul skripsi &quot;Identifikasi Kebutuhan Pengusaha   Tahu   Kota   Banda   Aceh&quot;,  dengan    pembimbing    utama    Bapak Dr. Ir. Agussabti,  M.Si. dan pembimbing anggota  Bapak Ir. A.  Kadir Zailani.&#13;
Permasalahan    dalam    penelitian    ini   adalah    Seberapa    besar    kebutuhan pengusaha dalam  memproduksi tahu terhadap 1) informasi tentang  kebutuhan sarana produksi,  2) kebutuhan  informasi  pasar,  informasi tenaga  kerja, dan informasi  harga,3)  kebutuhan  terhadap   teknologi,   4)  kebutuhan   terhadap  modal  dan  5)  kebutuhan terhadap pengembangan usaha.  Objek penelitian  adalah  identifikasi kebutuhan  para pengusaha  tahu  di  Kota   Banda   Aceh   dengan   ruang   lingkup  terbatas  kepada   1) informasi    tentang    kebutuhan   sarana    produksi,    2)  kebutuhan   informasi    pasar,informasi   tenaga   kerja,  dan  informasi  harga,  3)  kebutuhan  terhadap   teknologi,  4)kebutuhan terhadap modal  dan 5) kebutuhan  terhadap pengembangan usaha.&#13;
Penelitian ini  bertujuan untuk  mengidentifikasi  kebutuhan sarana  produksi, informasi, teknologi,  modal  dan  pengembangan usaha  dalam memproduksi  tahu di Kota Banda  Aceh. Untuk mengawasi  data digunakan metode deskriptif Kebutuhan  sarana   produksi   berupa   kacang   kedelai   dan obat   tahu   yang merupakan  komponen  utama  untuk    membuat   tahu.  Dalam   proses   produksi   sampai persiapan  bahan   dan  alat  harus  rnendapat   perhatian  khusus,   sehingga  tahu  yang dihasilkan mempunyai kualitas  di atas  standar. Kebutuhan peralatan dan  tekhnologi memang  tidak  seberapa   besar  akan  tetapi  dengan  tersedianya peralatan   ini maka usaha  tahu ini dapat berjalan  seperti  yang diharapkan seperti  mesin  penggiling yang berkapasitas  besar  yaitu   100  Kg  per jam dan alat penyortir  yang  dapat  memilah antara kacang   kedelai   yang  bagus dengan  yang tidak: bagus.  Kebutuhan  terhadap infomasi yang  terdiri  dari  informasi pasar,  tenaga  kerja dan harga  yang merupakan informasi   yang   sangat   dibutuhkan   untuk   menjalankan   usaha   tahu.   Kebutuhan terhadap    modal   sangat    tergantung   kepada    besar    kecilnya    usaha   yang    harus dijalankan.  Modal   yang   sangat   diharapkan  oleh   setiap   pengusaha   tahu   tersebut sebesar   Rp.   15.000.000  --  Rp.30.000.000  dengan   bunga   yang   kecil.   Kebutuhan terhadap   pengembangan  usaha  dapat   dilihat   dari  dukungan   yang  diberikan  oleh pemerintah  terhadap  pengembangan  usaha   kedepan.   seperti   kebijakan-kebijakan yang   mendukung  berjalannya  UKM-UKM,   adanya   dukungan  pemerintah   dalam mendukung ketersediaanya bahan  baku  usaha  tahu  dengan  cara menekan  harga jual bahan   baku   sehingga   harga   tahu   dapat   dijangkau  oleh   konsumen,   dan   adanya pengawasan oleh pemerintah terhadap  kualitas  bahan baku yang dijual dipasaran.&#13;
Diharapkan   kepada pengusaha agar  memperhatikan  kondisi  kacang  kedelai dan  ragi  tahu  sehingga kualitas  yang  dihasilkan  terjamin  dan bebas  dari formalin. Adanya  dukungan  pemerintah terhadap pembinaan teknologi  yang  tepat  guna  demi kelancaran   usaha  tahu.  Seperti   pelatihan-pelatihan  yang  dapat  dilakukan dalam  6 bulan  sekali  dengan  mendatangkan pakar  pembuat tahu, dengan memberikan kredit• kredit  dengan    bunga   yang    ringan.   Informasi    yang   pasar,   tenaga    kerja   yang berkualitas  serta  harga  bahan   baku  yang  sangat   dibutuhkan oleh  pengusaha,  oleh karena  itu  disarankan kepada  pengusaha untuk   dapat  berkoordinasi  dengan   dinas pasar   sehingga   dapat   mengetahui  kondisi   pasar   tahu  tersebut.   Pemberian  modal dengan     menggunakan    kredit     UKM     yang     mempunyai     bunga     kecil    serta pengurusannya tidak  terlalu   rumit  Pemberian  kebijakan  oleh  pemerintah  tentang jenis    bahan     baku     yang     beredar     serta     ketersediaan    bahan     baku     yang berkesinambungan,   sehingga  dapat   memberikan  jalan  kepada   pengusaha  untuk mengembangkan usaha  tahunya.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88244</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 15:46:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 15:46:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>