<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88242">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI ETANOL DAN LAMA MASERASI TERHADAP RENDEMEN, SENYAWA KIMIA, AKTIVITAS ANTIBAKTERI, DAN HAMBATAN DPPH EKSTRAK DAUN KUDA-KUDA (LANNEA COROMANDELICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Almasari Dewi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Almasari Dewi.  1505105010033.  Pengaruh Konsentrasi Etanol dan Lama Maserasi &#13;
terhadap Rendemen, Senyawa Kimia, Aktivitas Antibakteri,  dan Hambatan DPPH Ekstrak &#13;
Daun Kuda-Kuda (Lannea Coromandelica)  di bawah bimbingan  Yuliani Aisyah  sebagai &#13;
ketua dan Yusya’ Abubakar sebagai anggota.&#13;
&#13;
RINGKASAN&#13;
Tanaman kuda-kuda (Lannea coromandelica  (Houtt.) Merr.)  merupakan salah satu &#13;
tanaman yang hidup di daerah tropis sehingga tersebar luas hampir di seluruh kawasan di &#13;
Indonesia. Di Aceh, tanaman ini sering dijumpai di pinggir  jalan dan sering dijadikan &#13;
sebagai pembatas pagar.  Beberapa penelitian sebelumnya hanya memanfaatkan tanaman &#13;
kuda-kuda yang berasal dari kawasan Banda Aceh untuk melihat pengaruh ekstrak daun &#13;
kuda-kuda terhadap kenaikan berat badan itik peking dan tikus putih tanpa menganalisis &#13;
kandungan-kandungan yang terdapat pada ekstrak daun kuda-kuda.  Adapun tujuan dari &#13;
penelitian ini yaitu untuk  mempelajari pengaruh konsentrasi pelarut etanol dan lama &#13;
maserasi terhadap  rendemen, kandungan senyawa kimia (total fenol, alkaloid, flavonoid, &#13;
terpenoid, saponin, dan tanin), aktivitas antibakteri, dan  dan  persen  hambatan DPPH&#13;
ekstrak daun kuda-kuda.  Pada  penelitian ini, konsentrasi etanol dan lama maserasi diduga &#13;
berpengaruh terhadap  rendemen, kandungan senyawa kimia (total fenol, alkaloid, &#13;
flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin), aktivitas antibakteri, dan persen hambatan DPPH &#13;
ekstrak daun kuda-kuda.&#13;
Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap  (RAL)  pola faktorial yang &#13;
terdiri dari dua faktor. Faktor I  yaitu: konsentrasi  etanol  (P) terdiri dari  3  taraf, yaitu P1 = &#13;
70%  , P2 =  80% ,  dan P3 =  90% dan faktor II  yaitu:  lama maserasi (M) terdiri dari 2 taraf &#13;
yaitu M1 = 24 jam dan M2 = 48 jam.  Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan &#13;
sehingga diperoleh 18 satuan percobaan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi etanol berpengaruh sangat nyata &#13;
terhadap rendemen,  lama maserasi berpengaruh nyata terhadap aktivitas antibakteri  pada &#13;
bakteri  Staphylococcus aureus, dan interaksi perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap &#13;
persen  hambatan DPPH  dan total fenol.  Rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi &#13;
etanol 90% yaitu 5,47%. Diameter daya hambat tertinggi ekstrak daun kuda-kuda terhadap &#13;
bakteri  S.  aureus  pada lama  maserasi 24 jam yaitu 5,85 mm.  Persen  hambatan DPPH &#13;
tertinggi diperoleh pada konsentrasi etanol 90% yaitu 86,32%. Total fenol tertinggi &#13;
diperoleh pada konsentrasi etanol 90% dan lama maserasi 48 jam yaitu 7,24 mg GAE/g. &#13;
Analisis FTIR pada ekstrak daun kuda-kuda menunjukkan bahwa ektrak tersebut &#13;
mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin yang dilihat &#13;
dari gugus-gugus yang terdapat pada grafik FTIR.  Berdasarkan hasil  penelitian  yang  telah &#13;
didapatkan, untuk kedepannya pada  pengujian  aktivitas  antibakteri  sebaiknya dilakukan &#13;
perhitungan terhadap jumlah bakteri yang akan digunakan atau disetarakan dengan 0,5 Mc. &#13;
Farland  (105-108 CFU/ml),  sehingga  ekstrak daun kuda-kuda  yang digunakan  akan  lebih &#13;
efektif  dalam  menghambat  bakteri  S. aureus dan E. Coli.  Kategori daya hambat  aktivitas &#13;
antibakteri terbaik yaitu &gt; 20 mm (sangat kuat).</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88242</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 15:29:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 10:11:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>