PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PELARUT TERHADAP KARAKTERISASI PARTIKEL SILIKA DARI ABU SEKAM PADI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PELARUT TERHADAP KARAKTERISASI PARTIKEL SILIKA DARI ABU SEKAM PADI


Pengarang

Ika Zuwanna - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1904203010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S2) / PDDIKTI : 24101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Secara umum proses penanganan limbah sekam padi adalah pembakaran di lahan terbuka, sehingga dapat menyebabkan pemborosan biomassa dan masalah lingkungan. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan memanfaatan kandungan yang terdapat dalam abu sekam padi. Abu sekam padi yang diperoleh dari hasil pembakaran memiliki kandungan silika dengan kadar yang tinggi. Silika yang terdapat dalam abu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku filler pada komposit polimer. Sintesis silika dalam abu sekam padi dilakukan dengan metode sol gel. Metode ini mudah dilakukan, tidak memerlukan waktu yang lama dan interaksi antara padatan dan bahan yang dimobilisasikan relative mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik silika dari abu sekam padi dengan variasi pelarut dan konsentrasi. Sintesis dilakukan dengan cara abu sekam padi direfluks menggunakan pelarut (NaOH dan KOH) selama 1 jam pada suhu 90°C. Larutan disaring dan dititrasi dengan HCl 3 N hingga mencapai pH 7. Silika gel yang telah dibentuk didiamkan selama 18 jam, kemudian disaring dan dipanaskan dalam oven pada suhu 120°C selama 12 jam untuk mengekstrak uap air dan menghasilkan xerogel. Xerogel yang diperoleh dicuci menggunakan akuades 100 ml dan diaduk selama 15 menit pada suhu 80?C. Langkah selanjutnya adalah menyaring campuran dan memanaskan endapan yang diperoleh dalam oven selama 4 jam pada suhu 120°C. Yield silika dengan pelarut NaOH lebih tinggi dibandingkan dengan KOH. Silika yang diproduksi melalui metode sol gel dapat dicapai yield yang tinggi pada pelarut NaOH dengan konsentrasi 3 N yaitu 39,66%w/w dan kadar air yang diperoleh sebesar 1,8%w/v. Berdasarkan hasil x-ray diffraction ditemukan bahwa silika berada pada fasa kristalin serta memiliki gugus fungsi silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si). Ukuran partikel silika yang dianalisa menggunakan particle size analyzer diperoleh sebesar 1,96 ?m dengan bentuk partikel yang tidak merata dan beraglomerasi saat dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscopy.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK