<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88231">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fahrizal Nasution</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan katalis heterogen non-magnetik dan magnetik K2O/AC-RH, K2O/Fe3O4 dan K2O/AC-RH-Fe3O4 untuk sintesis biodiesel melalui reaksi transesterifikasi minyak sawit dan metanol telah dilakukan. Sampel katalis dikarakterisasi dengan metode XRD dan SEM-EDX. Hasil analisis XRD menunjukkan eksistensi senyawa K2O dan Fe3O4 yang berperan aktif dalam meningkatkan aktivitas katalitik dan kristalinitas dari katalis. Analisis SEM pada katalis K2O/AC-RH dan K2O/AC-RH-Fe3O4 menunjukkan struktur morfologi yang berbentuk tidak seragam dengan ukuran partikel secara berturut antara 595,8-618,7 nm dan 275,0-618,7 nm, sedangkan katalis K2O/Fe3O4 menunjukkan struktur morfologi yang lebih seragam dengan ukuran partikel antara 126,0-389,6 nm. Hasil analisis EDX menunjukkan keberadaan unsur penyusun katalis seperti karbon, oksigen, kalium dan besi. Reaksi transesterifikasi dilangsungkan di dalam reaktor batch dengan variasi variabel proses: massa impregnasi K2CO3 (10, 20, 30, 40 dan 50)%, massa katalis (2, 4, 6, 8 dan 10)% dan rasio mol metanol:minyak (4:1, 6:1, 8:1, 10:1 dan 12:1) pada suhu 65oC selama 1,5 jam. Yield biodiesel terbaik  dengan menggunakan katalis K2O/AC-RH, K2O/Fe3O4 dan K2O/AC-RH-Fe3O4 diperoleh secara berturut sebesar 97,30%, 92,53% dan 96,10% dengan variasi massa impregnasi 50%, massa katalis 4% dan rasio mol metanol:minyak 8:1, 10:1 dan 8:1. Analisis GC-MS menunjukkan produk dengan susunan hidrokarbon C12-C20 yang terdiri dari metil laurat (1,09%), metil miristat (2,58%), metil palmitat (5,07%), metil arakhidonat (36,15%), metil stearat (0,25%), metil linoleat (25,48%) dan metil oleat (29,39%). Reusabilitas dari katalis K2O/AC-RH, K2O/Fe3O4, K2O/AC-RH-Fe3O4 yang didapatkan setelah empat kali penggunaan diperoleh dengan persentase penurunan yield produk sebesar 5,83%, 4,43% dan 3,33%. Karakteristik produk biodiesel menunjukkan hasil yang sesuai dengan SNI 7182:2015.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88231</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 12:19:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 15:12:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>