PROSPEK PENGEMBANGAN PEMBENIHAN IKAN KERAPU (EPINEPHELUS) DI BALAI BUDIDAYA AIR PAYAU UJUNG BATEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSPEK PENGEMBANGAN PEMBENIHAN IKAN KERAPU (EPINEPHELUS) DI BALAI BUDIDAYA AIR PAYAU UJUNG BATEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Desy Puspita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305102010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Desy Puspita dengan judul skripsi " Prospek Pengembangan Pembenihan Ikan Kerapu (Epinephelus) di Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar " dengan pembimbing utama Bapak Dr. Ir. Sofyan, M. Agric dan pembimbing kedua Bapak Zulkamain, S.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah usaha pembenihan ikan kerapu di BBAP Ujung Batee Kecamatan Mesjid Raya layak diusahakan bila ditinjau dari analisis finansial dan juga untuk mengetahui bagaimana prospek pengembangannya ke depan dengan menggunakan analisis SWOT.
lkan Kerapu adalah salah satu ikan budidaya dan memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi bila dibandingkan ikan - ikan lain yang sejenisnya. Permintaan konsumen terhadap ikan kerapu di pasaran sangat tinggi baik itu di pasar domestik maupun di pasaran manca negara, karena selain dapat dikonsumsi ikan kerapu juga dapat dijadikan ikan hias.
Dalam melakukan penelitiannya untuk menganalisis serta mengevaluasi pengembangan pembenihan digunakan formula melalui pendekatan Kriteria Investasi sebagai berikut: Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Internal Rate Of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Periods (PBP), Return of Investment (Rol) dan Analisis Sensitivitas.
Usaha pembenihan ikan kerapu di Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee layak diusahakan bila ditinjau dari segi biaya dan manfaat. hal ini disebabkan NPV > 0, yaitu sebesar Rp. 811.133.457,-. Ini berarti penerimaan yang diterima lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Net B/C > 1 yaitu sebesar
2.07 yang berarti setiap penambahan biaya sebesar Rp. 100 maka akan memberikan manfaat bersih sebesar Rp.207. IRR adalah sebesar 43,16 %. lni berarti usaha pembenihan ikan kerapu layak diusahakan karena memberikan angka yang tinggi. BEP terjadi tahun ke 3 bulan ke 6 hari ke 10, ini artinya usaha pembenihan ikan kerapu layak diusahakan karena BEP terjadi sebelum umur ekonomis peralatan. PBP terjadi sebelum umur ekonomis peralatan yaitu bulan ke
7 hari ke 24. Rol sebesar 41,96 % ini berarti setiap penambahan biaya modal sebesar Rp.100 maka akan memberikan keuntungan sebesar Rp.4.196,-. Rol > berarti usaha pembenihan ikan kerapu layak diusahakan.
Hasil analisis sensitivitas NPV > 0 (Untuk biaya Operasional Naik 10 % Rp. 604.453.855,- dan benefit turun 10 % Rp. 433.907.509,-). Net B/C > 1 (Untuk biaya Operasional Naik 10 % adalah 1, 73 dan benefit turun 10 % adalah
1,53. IRR> tingkat suku bunga yang berlaku ( 17 %) yaitu pada biaya Operasional

Naik 10 % adalah 35,40 % dan benefit turun 10 % adalah 30,47 %. BEP pada biaya operasional naik 1O% yaitu tahun ke 4 bulan ke 9 hari ke 25 dan pada saat benefit turun 10 % yaitu tahun ke 5 bulan ke 4 hari ke 27. PBP pada biaya operasional naik 10 % yaitu tahun ke 1 bulan ke 7 hari ke 24 dan pada saat benefit turun 10 % yaitu tahun ke 2 bulan ke 2 hari ke 15. Rol pada biaya operasional naik l0 % Sebesar Rp. 30.50 %. Rol pada saat benefit turun 1O % sebesar Rp.27,76 %.
Untuk mengetahui prospek pengembangan usaha pembenihan ikan kerapu, peneliti menggunakan analisis SWOT dengan menganalisis faktor -- faktor strategi internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta menggunakan faktor - faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman. Dari kedua analisis ini diperoleh hasil skor pembobotan untuk faktor internal sebesar 2.84 dan faktor eksternal sebesar 2,80. Setelah dimasukkan ke dalam Matrik Internal - Eksternal dapat dilihat strategi yang tepat untuk diterapkan terdapat pada sel V. Strategi yang diterapkan adalah konsolidasi, tujuannya relatif lebih defensif, yaitu menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. Perusahaan yang berada di sel ini dapat memperluas pasar, fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal.
Dengan demikian hipotesis dapat diterima, berarti usaha pembenihan ikan kerapu (Epinephelus) di Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar layak untuk diusahakan bila dilihat dari segi analisis biaya dan manfaat





















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK