STRATEGI SURVIVAL JANDA DALAM USAHA PENGOLAHAN IKAN DI DESA MEUNASAH KEUDEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STRATEGI SURVIVAL JANDA DALAM USAHA PENGOLAHAN IKAN DI DESA MEUNASAH KEUDEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Novi Hariyani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605102010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Novi Hariyani dengan judul skripsi "Strategi Survival Janda Dalam Usaha Pengolahan Ikan Di Desa Meunasah Keudee Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar", dengan pembimbing utama Dr. Ir. Agussabti, M.Si dan pembimbing kedua Dr. Ir. Evi Lisna, M.Sc

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik janda pengolah ikan, apa faktor-faktor penghambat dan penentu keberhasilan dalam usaha pengolahan ikan, dan bagaimana strategi survival janda dalam usaha pengolahan ikan di Desa Meunasah Keudee Kecamatan Mesjid Raya?
Penelitian ini dilakukan di Desa Meunasah Keudee dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan sentral pengolahan ikan terbesar di Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah janda pengolah ikan yang merupakan warga Desa Meunasah Keudee Kecamatan Mesjid Raya. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada karakteristik janda pengolah ikan, faktor penghambat dan penentu keberhasilan dan strategi survival janda dalam usaha pengolahan ikan di Desa Meunasah Keudee. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus yaitu sebanyak 8 orang janda.
Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa sebagian besar respooden menjadi janda karena suami mereka meninggal pada musibah tsunami, umur masih produktif untuk bekerja dengan tingkat pengalaman rata-rata 15 tahun, kehidupan ekonomi sudah baik, hal ini terbukti dari keuntungan yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan Rp 3.097.451/bulan. Faktor penghambat usaha pengolahan ikan ini adalah perubahan cuaca, bahan baku yang tidak selalu tersedia, sistem pembayaran, persaingan harga dan modal kecil. Sedangkan faktor penentu keberhasilan adalah lingkungan, kenyamanan dan dukungan keluarga dan masyarakat sekitar, kedisiplinan, dan kualitas produk yang dihasilkan. Strategi yang digunakan janda pengolah ikan untuk mempertahankan modalnya adalah dengan menjadi pedagang pengecer untuk ikan yang mereka olah sendiri, keuntungan yang mereka peroleh dari kegiatan ini mencapai Rp 903.625/bulan. Strategi survival lainnya adalah menjual ikan yang diolah oleh kelompok laki-laki, dan menabung.
Strategi survival yang diterapkan oleh janda di Desa Meunasah Keudee sudah sangat baik yaitu dengan menjadi pedagang pengecer. Namun demikian hendaknya dalam kegiatan agroniaga pengemasan lebih diperhatikan. Perlu adanya BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang bisa diakses oleh masyarakat lokal, khususnya janda pengolah ikan. Fungsi dari kelompok "Ikan Karang'' lebih di maksimalkan sebagai media penghubung antara janda pengolah ikan dengan nelayan-nelayan atau konsumen sehingga bahan baku tersedia sepanjang tahun dan produk dapat terjual dalam waktu yang singkat.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK