<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88167">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN SOSIOLOGIS PERENCANAAN TATA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT RAISA MAULIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  proses  dialektika  produksi ruang sosial dalam perencanaan ruang terbuka hijau di Kota Banda Aceh.  Ruang senantiasa  merupakan  ruang  sosial  karena  diproduksi  secara  sosial  dengan pemahaman  bahwa  ruang  terikat  pada  realitas  sosial  secara  fundamental,  ruang tidak  pernah  ada  “sebagaimana  dirinya”.  Ruang  senantiasa  akan  mengalami perubahan,  praktik  dan  persepsi  keruangan  dipengaruhi  oleh  nilai  dan  makna- makna  sosial  tersebut.  Banda  Aceh  mulai  berbenah  dengan  berupaya  membuat kota gemilang, sejuk, indah dan nyaman dengan konsep “Green City”. Teori yang digunakan  adalah  teori  produksi  ruang  sosial  dari  Henry  Lafebvre.  Penelitian  ini adalah  penelitian  kualitatif,  dengan  pendekatan  deskriptif.  Teknik  pemilihan informan  yang  digunakan  ialah  teknik  purposive  sampling  dengan  jumlah  6 informan  dalam  penelitian  ini.  Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  ialah wawancara  dan  dokumentasi.  Berdasarkan  penelitian  yang  telah  dilakukan, diperoleh  hasil  bahwa:  terjadinya  marjinalitas  dan  pemisahan  berdasarkan  kelas dalam  pembangunan  ruang  terbuka  hijau  di  Kota  Banda  Aceh  pertama,  secara praktik spasial  adanya “pembongkaran urban”  yakni masyarakat kelas menengah bahwa mengalami penggusuran dalam membangun konsep “Green City”. Kedua, representasi  ruang,  pemangku  kebijakan  mepresentasikan/mengkonsepkan  ruang dalam  bentuk  wisata  dan  pendapatan  daerah.  Ketiga,  ruang  representasional,  pro dan  kontra  masyakarat  dalam  menilai  pembangunan  ruang  terbuka  hijau  di  Kota Banda Aceh baik dalam segi estetika, lingkungan atau termaginalitas pendapatan ekonomi kelas menengah dalam penggunaan ruang tersebut.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-11 13:50:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-11 14:24:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>