PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INVERS MATRIKS DI SMA NEGERI 1 TEUNOM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INVERS MATRIKS DI SMA NEGERI 1 TEUNOM


Pengarang

Yuana Sartika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606103020007

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proses berpikir merupakan suatu masalah yang paling mendasar bagi siswa dalam pembelajaran matematika. Proses berpikir siswa yang belum baik mengakibatkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal. Salah satu materi yang sulit bagi siswa adalah invers matriks. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui proses berpikir siswa dengan tujuan agar bisa mengembangkan proses berpikir siswa ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal invers matriks. Proses berpikir yang dimaksud adalah cara berpikir siswa dalam menyelesaikan persoalan yang disesuaikan dengan pengetahuan atau informasi yang ada dalam ingatannya saat memahami soal, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali jawaban yang terbagi menjadi 3, yaitu konseptual, semikonseptual dan komputasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah siswa SMAN 1 Teunom yang telah mempelajari dan memiliki pengetahuan tentang materi invers matriks, dan siswa yang bisa bekerja sama serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebanyak 6 siswa yang mewakili 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, wawancara dan triangulasi untuk mengecek validitas data. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti sendiri dibantu dengan lembar soal dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek berkemampuan tinggi cenderung memiliki proses berpikir konseptual, subjek sedang juga cenderung memiliki proses berpikir konseptual. Sedangkan subyek berkemampuan rendah cenderung memiliki proses berpikir semikonseptual.

Kata kunci: proses berpikir, menyelesaikan soal, invers matriks

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK