<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88121">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN KEDELAI UNTUK INDUSTRI TEMPE DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Suryani M</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>SRI SURYANI MERDEKAWATY, dengan judul  skripsi  &quot;ANALISIS KETERSEDIAAN  DAN KEBUTUHAN  KEDELAI  UNTUK  INDUSTRI TEMPE   DI   KOTA   BANDA   ACEH&quot;,   di    bawah    bimbingan     dosen pembimbing     utama     Ir.Kadir     Zailani,     MP     dan     pembimbing    kedua&#13;
Dr.Ir.Agussabti,  M.Si.&#13;
&#13;
Penelitian   ini  bertujuan  untuk  mengetahui  dan menganalisis  pengaruh harga  kedelai   terhadap   ketersediaan   kedelai   untuk   industri  tempe   di  Kota Banda  Aceh  dan  untuk  mengetahui  dan  menganalisis pengaruh  harga  kedelai, harga tempe, jumlah  produksi tempe,  dan jumlah biaya sarana  produksi  tempe terhadap kebutuhan  kedelai  pada industri  tempe di  Kota Banda Aceh.&#13;
Penelitian     ini    menggunakan    metode    survey,    Penentuan     sampel dilakukan  secara  sengaja (Purposive Sampling). Populasi penelitian  ini adalah industri  tempe  yang  ada  di Banda  Aceh,  terdiri  dari  8 sampel  industri  tempe dengan  pertimbangan bahwa  setiap industri  tempe  tersebut  banyak berproduksi setiap bulannya.&#13;
Metode  analisis  yang  digunakan adalah  regresi  linier  berganda,  Hasil pengujian  secara  serempak  diperoleh  nilai  Fcari = 97,077  sedangkan  Ftabel (? = 0,05)  = 4,12.  Dengan  demikian   Fcari  &gt; Ftabel  pada  tingkat  kepercayaan  95 % maka  hipotesis   nol   ditolak   dan  hipotesis   alternatif diterima,   artinya  bahwa harga kedelai  (X1),  harga  tempe  (X2), jumlah produksi  Tempe  (X3), dan  biaya sarana  produksi  Tempe   (X4) berpengaruh   nyata  terhadap  jumlah kebutuhan kedelai.&#13;
Hasil  pengujian  secara  parsial  yaitu  pengaruh  variabel  bebas  terhadap variabel  tida.k bebas dengan  menggunakan  uji  t. Berdasarkan  hasil analisis data&#13;
untuk variabel  harga kedelai  (X1) diperoleh  tcari =-1,422 dengan ttabel(?= 0,05,df= 7)= 1,90.  Maka tcari  ttabel pada  taraf 95 % yang berarti  hipotesis  nol  (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.  Dengan demikian    faktor   jumlah   produksi   berpengaruh    nyata   terhadap   kebutuhan kedelai.  Karena semakin  banyak jumlah tempe  yang dihasilkan  maka semakin banyak pula kebutuhan  terhadap kedelai.&#13;
Untuk variabel  biaya sarana produksi  tempe (X4) diperoleh tcari =-1,951 dengan ttabel (? = 0,05, df=7)=  1,90.  Maka tcari &gt; ttabel  pada taraf 95 % yang berarti h.ipotesis nol  (Ho) ditolak dan h.ipotesis alternatif (Ha) diterima.  Dengan demikian  faktor  biaya  sarana  produksi  yang  digunakan  untuk  memproduksi tempe  berpengaruh   nyata  terhadap  kebutuhan   kedelai.  Karena   biaya  sarana produksi merupakan faktor penunjang dalam memproduksikan tempe. Semakin banyak biaya sarana produksi yang digunakan maka semakin meningkatkan kebutuhan terhadap  kedelai.&#13;
Keeratan  hubungan  yang  terjadi  antara  variabel  bebas dengan  variabel&#13;
tak bebas  dapat  diketahui  dengan  menggunakan   koefisien  determinasi  (R2). Hasil perhitungan  diperoleh  R2 = 0,9823  artinya  bahwa  98,23  % variasi  yang terjadi  pada  kebutuhan   kedelai  dipengaruhi   oleh  faktor  harga  kedelai  (X1), harga  tempe  (X2),  jumlah  produksi   (X3),  dan  biaya  sarana   produksi  (X4).&#13;
Selebihnya  sebesar  I, 77 % dijelaskan  oleh variable-variabel  lain  diluar  model penelitian.&#13;
Total konsumsi tempe pada tahun 2006 adalah sebesar 595.989,9 kg. Sedangkan  kebutuhan  kedelai  pada industri tempe tahun 2006 adalah sebanyak.&#13;
278.480  kg.   Berdasarkan   kesimpulan  industri-industri   tempe  harus  berusaha lebih  meningkatkan  jumlah  produksinya  sehingga  konsumsi  terhadap   tempe dapat    terpenuhi    dan    agar    ketersediaan    kedelai    mencukupi    diharapkan pemerintah   dapat  terus  menjaga  kestabilan   hharga  kedelai  agar  tidak  terjadi&#13;
lonjakan  harga  dengan  meningkatkan  hasil produksi  dari  daerah  Aceh  sendiri sehingga  kebutuhan  kedelai untuk industri tempe dapat terpenuhi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88121</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-10 11:57:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-10 11:58:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>