ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN PANCING PERAHU TEMPEL (BOAT THEP-THEP) SEBELUM DAN SESUDAH TSUNAMI DI DESA LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN PANCING PERAHU TEMPEL (BOAT THEP-THEP) SEBELUM DAN SESUDAH TSUNAMI DI DESA LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH


Pengarang

Zulfikar Fajri Nanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305102020120

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Zulfikar Fajri Nanda "Analisis Pendapatan Nelayan Pancing Perahu Tempel (Boat Thep-thep) Sebelum dan Sesudah Tsunami di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh". Dibawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Indra, M.P sebagai pembimbing utama dan Bapak Ir. Irwan A. Kadir, M.P sebagai pembimbing anggota.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh bencana tsunami terhadap pendapatan nelayan pancing perahu tempel (boat thep-thep)di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bencana tsunami terhadap pendapatan nelayan pancing perahu tempel (boat thep-thep) di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.
Penelitian dilakukan di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Jumlah nelayan pancing perahu tempel (boat thep-thep) yang diambil adalah sebanyak 50 % dari total populasi yang ada yaitu 30 orang. Objek penelitian adalah nelayan pancing perahu tempel (boat thep-thep) di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Ruang lingkup penelitian terbatas pada pendapatan nelayan pancing perahu tempel (boat thep-thep) sebelum dan sesudah tsunami.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan yang diterima nelayan pancing perahu tempel (boat thep-thep) sebelum tsunami sebesar Rp 6.474.000,-/
bulan dan setelah tsunami sebesar Rp 6.329.213,- per bulan atau pendapatan nelayan sesudah tsunami turun sebesar Rp. 144.787,- per bulan. Secara statistik kedua pendapatan diatas menunjukan perbedaan yang nyata.Hal ini disebabkan karena dengan terjadinya tsunami peralatan untuk melaut hancur total dan mereka harus membeli perala tan baru dengan harga yang lebih mahal, dan pada saat penelitian dilakukan setelah tsunami juga terjadi kenaikan harga BBM sehingga menyebabkan biaya sarana produksi juga meningkat.Adapun saran yang dapat diberikan adalah untuk dapat meningkatkan pendapatan yang ada maka nelayan pancing boat perahu tempel (Boat Thep-thep) harus memaksimalkan jumlah tangkapannya. Perlu adanya industri pengolahan/pengalengan ikan dan perluasan pemasaraa (ekspor) keluar daerah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK