<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88102">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS GAYA LATERAL DINDING INTERLOCKING BRICKS PADA BANGUNAN SEDERHANA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FITRAH ASYADID H</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Material  bahan bangunan  pengisi  dinding  umumnya  menggunakan  bata merah. Pada penelitian ini material dinding pengisi yang digunakan adalah interlocking bricks. Interlockingbricks yang diperkenalkan oleh Centre for Vocational  Building  Technology (CVBT)  pada  tahun  2004  silam  disebut interlocking  bricks dikarenakan  metode  penyusunan  pemasangan  batanya saling  bertautan.Campuran interlocking  bricks yang  digunakan  adalah semen:tanah:pasir.   Proses   pembuatannya   dengan   memadatkan   semen, tanah,  pasir,  dan  air  menggunakan  alat  pencetak  metode  press  hidrolik. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisa gaya lateral dinding pada suatu bangunan  sederhana  menggunakan interlocking  bricks sebagai  material pengisi   dinding.Benda   uji   berjumlah   2   dinding   dengan   campuran interlocking bricks yang berbeda yaitu 1:2:3 dan 1:2:4.Penelitian dilakukan di   Laboratorium   Konstruksi   dan   Bahan   Bangunan   Fakultas   Teknik Universitas Syiah  Kuala.Penelitian ini menggunakan benda uji berbentukdinding dengan ukuran  245×360×25cm. Pengujian  dilakukan  dengan pembebanan siklik secara tekan dan tarik dengan arah lateral terhadap balok.Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan dinding campuran 1:2:3dengan kuat tekan rata-rata interlocking bricks 4,38 MPamemiliki beban maksimal yang lebih tinggi dari dinding 1:2:4 yaitu 16,27 tfdengan displacement tarik 4,59  mm,  sedangkan  dindingcampuran  1:2:4 dengan  kuat  tekan  rata-rata interlocking bricks 3,05 MPa adalah 11,02 tf dengan displacement tarik 4,64 mm.&#13;
KataKunci: Dinding, interlocking bricks, beban siklik.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88102</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-09 21:01:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-10 11:56:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>