PEMENUHAN HAK ATAS PELAYANAN KESEHATAN DAN MAKANAN YANG LAYAK BAGI NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN ACEH SINGKIL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMENUHAN HAK ATAS PELAYANAN KESEHATAN DAN MAKANAN YANG LAYAK BAGI NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN ACEH SINGKIL


Pengarang

AZLIANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1303101010161

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan menyebutkan bahwa narapidana memiliki hak-hak yang harus di penuhi antara lain hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak, namun dalam kenyataannya masih ada ha k-hak narapidana yang belum terpenuhi yang berkaitan dengan makanan dan pelayanan Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Aceh Singkil.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan tentang pemenuhan hak narapidana terhadap pelayanan kesehatan dan makanan yang layak di lembaga pemasyarakatan Aceh Singkil, menjelaskan faktor-faktor penghambat dan menjelaskan upaya yang dilakukan oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan Aceh Singkil untuk menghadapi hambatan dalam pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan dan makanan yang layak.
Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui metode penelitian normatif dan empiris. Penelitian empiris dilakukan dengan mewawancarai responden yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Penelitian normatif dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan hak-hak narapidana selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan.
Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa pemenuhan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak, belum maksimal terpenuhi. Hal ini terjadi karena tidak tersedianya petugas medis dokter, perawat dan ahli gizi, kurangnya persediaan obat-obatan, kurang bersihnya air. Faktor penghambat dalam pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan dan makanan yang layak adalah faktor over populasi yang melebihi 300%, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana seperti obat-obatan dan mobil ambulance, serta faktor tidak persediaan bahan makanan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan permohonan rekrutmen tenaga medis dan ahli gizi serta membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil.
Disarankan kepada pihak LAPAS Aceh Singkil, Pemerintahan Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar melakukan penambahan tenaga medis dan ahli gizi yang ditempatkan di Lapas, membangun kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Singkil untuk ketersediaan bahan makanan dan melakukan perluasan bangunan Lapas Aceh Singkil untuk mengatasi over populasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK