OPTIMASI PARAMETER PEMOTONGA PADA PROSES PENGGURDIAN TULANG MENGGUNAKAN HSS DRILL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

OPTIMASI PARAMETER PEMOTONGA PADA PROSES PENGGURDIAN TULANG MENGGUNAKAN HSS DRILL


Pengarang

Ruhdi Koara - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504102010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji pengaruh parameter pemotongan terhadap perubahan temperatur yang terjadi saat proses pelubangan tulang. Dikarenakan dalam proses penyembuhan patah tulang menggunakan metode pemasangan implan dengan proses pengeboran tulang, Maka Perubahan temperatur penting untuk di kendalikan, Temperatur yang relatif tinggi harus di minimalkan karena akan menimbulkan efek matinya sel sel disekitar lubang yaitu Necrosis. Dalam penelitian ini menggunakan (bovine bone) tulang sapi bagian paha yang telah di potong menjadi berukuran 30 mm X 40 mm kemudian perubahan temperatur pada tulang sapi tersebut diukur menggunakan visual IR thermometer pada saat proses pengeboran berlangsung dan dalam proses pelubangan tulang ini menggunakan beberapa parameter permesinan yang telah di kombinasikan menjadi 16 bagian dengan feeding 80,100,120,140 mm/min kemudian putaran spindel yang di gunakan 1000,1200 rpm pahat yang digunakan hss diameter 5mm dengan point angle 118o and 130o. Berdasarkan hasil dari penelitian ini parameter yang ideal untuk pengeboran tulang yaitu 1000 rpm, feed rate 140 mm/min point angle 118o. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian yaitu temperatur lubang terbesar dengan 46.1oC pada putaran spindel 1200 rpm dan feed rate 80 mm/min menggunakan point angle 130o, temperatur terendah tercatat berada pada nilai 30.8oC terjadi pada putaran spindel 1000 rpm dan feed rate 140 mm/min menggunakan point angle pahat 118o. Faktor utama yang mempengaruhi naiknya temperatur yang signifikan pada proses pelubang berlangsung adalah kecepatan putaran spindel, kecepatan pemakanan, point angle, ketebalan dan kekerasan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK