<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88049">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN DINDING PENAHAN KANTILEVER PADA LONGSORAN JALAN BIREUEN – TAKENGON KM 92</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIF GUSMAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Ruas jalan lintas nasional Bireuen-Takengon km 92 di Kampung Kelupak Mata, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah telah mengalami longsor pada awal Januari 2019. Solusi yang tepat sangat diperlukan dalam penanganan longsor tersebut. Oleh karena itu stabilitas lereng pada lokasi tersebut perlu dianalisa untuk memperoleh nilai faktor keamanan (FK) dan diberikan solusi penanganan. Analisa stabilitas lereng dilakukan terhadap lereng sebelum perkuatan dan setelah adanya perkuatan menggunakan Program Plaxis 2D versi 8.6 serta stabilitas dinding penahan tanah kantilever dengan menggunakan persamaan-persamaan. Analisis kestabilan lereng dilakukan pada STA 92+000 dengan kondisi lereng sudah mengalami longsor dan STA 92+050 sebelum longsor. Direncanakan 3 model dinding penahan tanah tipe kantilever, tiap model memiliki 3 dimensi yang berbeda yang diletakan dibawah garis kelongsoran pada masing-masing lereng. Nilai faktor keamanan stabilitas lereng tanpa perkuatan pada STA 92+050 dan STA 92+000 adalah 0,95 dan 1,18 tidak memenuhi syarat FK &gt; 1,25 . Nilai ini menunjukkan lereng dalam kondisi tidak stabil sehingga perlu di berikan perkuatan. Nilai faktor keamanan stabilitas lereng setelah adanya dinding penahan tanah kantilever untuk semua model menunjukkan nilai faktor kemanan yang memenuhi syarat FK ?1,5, sedangkan model rancangan dinding penahan tanah kantilever yang memenuhi syarat Faktor keamanan terhadap bahaya geser (Fgs &gt;1,5), bahaya guling (Fgl &gt;2), daya dukung (Fqu &gt;3), dan kestabilan keseluruhan (FK ?1,5), untuk STA 92+050 dan STA 92+000 adalah model 3a, 3b dan 3c dimana nilai faktor keamanan paling besar didapat pada model 3c dengan tinggi (H = 11 m), tebal telapak (h2 = 1,1 m), lebar toe (b1 = 1,7 m), lebar heel (b2 = 5 m), tebal dinding atas (ba = 0,5 m), tebal dinding bawah (bb = 1 m), lebar total (B = 7,70 m). &#13;
Kata kunci : Stabilitas lereng, Faktor keamanan (Safety factor), Dinding penahan kantilever.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-08 17:15:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-09 15:12:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>