Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN PENGARUH PENGGUNAAN RESIN JERNANG SEBAGAI ADITIF TERHADAP KARAKTERSTIK DAN PERFORMA MEMBRAN POLIETERSULFON
Pengarang
Aulia Chintia Ambarita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1904203010014
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S2) / PDDIKTI : 24101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Polietersulfon (PES) merupakan bahan polimer yang memiliki stabilitas, serta ketahanan termal dan kimia yang tinggi. Namun ia tergolong polimer hidrofobik, sehingga membuatnya rentan terhadap fouling dan laju permeasi rendah. Sejumlah studi melaporkan bahwa dengan menambahkan aditif yang bersifat hidrofilik ke dalam larutan dope menyebabkan peningkatan karakteristik dan performa membran. Pada penelitian ini telah dikerjakan modifikasi membran PES dengan menambahkan jernang sebagai aditif secara pencampuran fisik (blending). Jernang yang digunakan berasal dari spesies Daemonorops draco Blmue. Hasil analisa FTIR menunjukan bahwa jernang mengandung gugus karboksil, hidroksil, dan fenol yang bertindak sebagai agen modifikasi membran. Sebanyak enam tipe membran yang telah difabrikasi pada penelitian ini, M0 merupakan PES murni, M1 – M5 adalah dengan penambahan jernang 1-3% dengan interval 0.5%. Hasil karakterisasi menunjukan bahwa penambahan konsentrasi jernang tidak berpengaruh terhadap sudut kontak air (WCA) dan tidak memunculkan puncak baru pada spektrum FTIR. Melainkan ternyata mempengaruhi ukuran dan distribusi pori membran. Fluks air murni meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi aditif hingga 2.5%, yaitu 235.5 LMH, sebaliknya rejeksi asam humus menurun, yaitu 53.6%. Flux recovery ratio pada setiap membran, masing masing yaitu 80.37; 75,12; 94.72; 99,50; 104.80; dan 111.93%. Terjadi leach out pada membran M4 dan M5 yang menyebabkan fluks setelah proses pencucian lebih tinggi daripada fluks awal, namun secara keseluruhan sifat antifouling membran modifikasi menunjukan persentasi yang sangat baik. Aditif jernang cenderung tidak stabil di dalam matriks membran PES setelah perlakuan asam dan basa kuat. Komposisi membran terbaik pada penelitian ini dicapai pada membran M3, yaitu dengan penambahan jernang sebanyak 2%.
Kata kunci: antifouling, jernang, modifikasi membran, polietersulfon, stabilitas
Tidak Tersedia Deskripsi
MODIFIKASI MEMBRAN POLIVINILIDENA FLUORIDA DENGAN PENAMBAHAN ADITIF POLYETHYLENE GLYCOL DAN BIORESIN JERNANG UNTUK PENYISIHAN SENYAWA ORGANIK DALAM AIR (Azizia Harmes, 2024)
PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DENGAN MEMBRAN POLIETERSULFON (PES) TERISI FLY ASH SECARA ULTRAFILTRASI (Januar Efendi, 2022)
PENINGKATAN HIDROFILISITAS MEMBRAN POLIETERSULFON (PES) YANG DIMODIFIKASI DENGAN POLIDOPAMIN (PDA) SEBAGAI MODIFYING AGENT PADA PENGHILANGAN SENYAWA ORGANIK DALAM AIR (FRISKA MEIRISA, 2019)
PENGEMBANGAN MEMBRAN POLIETERSULFON DENGAN ADITIF BIORESIN JERNANG UNTUK PENINGKATAN SIFAT ANTI-FOULING (Aulia Chintia Ambarita, 2023)
PEMBUATAN MEMBRAN ADSORPSI POLIURETAN DARI RUMPUT LAUT MERAH: PENGARUH KONSENTRASI TOLUEN DIISOSIANAT (TDI) DAN BENZOIL PEROKSIDA (NURUL KAMILA, 2021)