<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87995">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI ANYAMAN BAMBU DI DESA BUKIT TEUKUH KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yusmariza Hayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Yusmariza Hayati  &quot;Analisis Kelayakan Pengembangan Industri Anyaman  Bambu   di  Desa   Bukit   Teukuh   Kecamatan  Kota   Juang   Kabupaten Bireuen&quot;  di   bawah   bimbingan   Bapak   lr.M.   Nasir   Abdussamad,  M.Si   selaku pembimbing  pertama   dan  Bapak   Ir.  lrwan   A.  Kadir   M.P  selaku   pembimbing kedua.&#13;
Pengembangan  industri  anyaman   bambu   merupakan  usaha   industri rumah  tangga  yang  bergerak  dalam  bidang produksi alat kebutuhan rumah tangga, dinding dan  keranjang serta  keperluan   bangunan  dan  perumahan.  Penelitian  ini dilakukan  di  Desa   Bukit  Teukuh   Kecamatan  Kota  juang  Kabupaten  Bireuen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengadakan kajian ilmiah  tentang  kelayakan dari usaha  pengembangan industri anyaman  bambu  di  Desa  Bukit  Teukuh  Kecamatan Kota  Juang   Kabupaten    Bireuen.   Penelitian    ini  dapat   berguna   sebagai   bahan informasi  bagi  masyarakat yang berniat  melakukan usaha anyaman bambu.&#13;
Pengujian hipotesis  dilakukan  dengan analisis  kelayakan dengan menggunakan kriteria  investasi, yaitu Net  Present  Value  (NPV),  Net Benefit  Cost Ratio  (Net  B/C),  Internal   Rate  Of Return  (IRR)  dan  Break  event  Point  (BEP). Penggunaan  biaya   pada  arus pengeluaran  meliputi   biaya   investasi   dan   biaya operasional.  Biaya  investasi  pada  usaha  Pengembangan Usaha  industri  Anyaman Bambu   adalah  sebesar  Rp 54.324.767.- dan biaya  operasional  adalah  sebesar  Rp 34.794.767.-. Adapun penerimaan yang diterima  yang diperoleh dari usaha pengembangan  industri  anyaman   bambu  adalah   sebesar       Rp  32.705.233.-  per tahun.   Usaha  pengembangan  industri   Anyaman   Bambu  di  Desa   Bukit  Teukuh Kecamatan  Kota  Juang  Kabupaten   Bireuen   layak  di  usahakan apabila    NPV  &gt; 0. Net  B/C &gt;  1, IRR  &gt; dari  tingkat  suku  bunga  yang  berlaku  dan  BEP  terjadi  pada umur  ekonomis usaha  yaitu  5 tahun.  Untuk  hasil  analisis    usaha  pengembangan industri anyaman  bambu  di Desa Bukit Teukuh  Kecamatan Kota Juang  Kabupaten Bireuen  adalah  sebagai  berikut:&#13;
 &#13;
1.   Net Present Value pada  Df 16 % = Rp 52.752.167,-&#13;
&#13;
2. Net  Benefit  Cost Ratio          = 1,97&#13;
&#13;
3. Interna  Rate of Return           = 53 %&#13;
&#13;
&#13;
4.  Berak  Event Point               = 3 tahun 7 bulan 2 hari&#13;
 &#13;
&#13;
Berdasarkan  analisis   di   atas,   maka   uasaha   pengembangan   industri anyaman bambu  di Desa  bukit Teukuh  Kecamatan kota juang Kabupaten Bireuen layak  untuk  di jalankan, hal  ini  disebabkan  karena  niai  NPV  &gt;  0,  yang  berarti penerimaan yang  diterima lebih  besar  dari  biaya  yang  dikelurkan.  Net  BC &gt;  1, IRR = 53 % dan BEP terjadi dalam  umur ekonomis usaha  yaitu  3  tahun  7 bulan 2 hari.  Hal  tersebut  juga di  dukung   oleh  analisis  • sensitivitas  dengan   dua  asumsi yaitu jika biaya  operaional  naik  5  %  dan manfaat tetap.  hal ini di dasarkan pada NPV  &gt; 0,  yaitu  = Rp 47.065.257.-. Net  B/C  &gt; l  yaitu  =  1.87.  IRR=  49 %   dan BEP  terjadi  sebelum   umur  ekonomis usaha  yaitu  4 tahun  4  bulan  24  hari.  Dan asumsi   kedua  dengan  manfaat mengalami  penurunan   sebesar 5  % dengan  biaya operasional tetap,  diperoleh NPV  = Rp 41.711.030,-, Net  B/C =1,76,IRR= 46 % dan  BEP  terjadi  4 tahun  9 bulan  18  hari.  Oleh  karena  itu  usaha  pengembangan industri   anyaman   bambu  masih  layak untuk  di  usahakan  jika  biaya  operasional naik  5 % dengan  manfaat tetap dan manfaat turun  5 % dengan  biaya tetap.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87995</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-08 10:23:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-08 10:23:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>