<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87985">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SPASIAL 3D PEMETAAN BANJIR GENANGAN DI DAERAH SUNGAI LAE KOMBIH KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD SYAH RIDWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sungai Lae Kombih merupakan salah satu anak sungai yang bermuara ke Sungai Lae Soraya di WS Alas-Singkil. Bagian hulu Sungai Lae Kombih berada di Kabupaten Papak Barat (Sumatera Utara) dan bagian hilirnya berada di Kota Subulussalam. Daerah Aliran Sungai (DAS) Lae Kombih memiliki luasan sebesar 46.600 Ha atau 466 km2 dengan panjang sungai utamanya sepanjang 86.450 m atau 86,45 km. Sungai ini sering meluap dan menyebabkan banjir. Tahun 2019, banjir mencapai 2 meter di Dusun Silak, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan banjir genangan dan besar dampaknya terhadap lahan milik warga. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui lokasi rawan banjir dan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh banjir tersebut. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan berdasarkan ketersediaan jembatan di lokasi tersebut, antara lain; Jembatan Sikelang I, Jembatan Sikelang II, Jembatan Penanggalan, Jembatan Silak dan Jembatan Longkib. Dalam penelitian ini, digunakan perangkat lunak HEC-RAS versi 5.0.7 untuk menganalisa tinggi elevasi muka air banjir dan perangkat lunak ArcGIS untuk pemetaan luas dan besar dampak dari banjir genangan. Hasil penelitian ini menunjukkan luas genangan terbesar yaitu 5.136,27 Ha dengan tinggi genangan 0,4 m di Jembatan Sikelang I dan terkecil yaitu 2.085,18 Ha dengan tinggi genangan 3,25 m di Jembatan Silak. Fungsi lahan paling terdampak banjir  genangan yaitu lahan sawah seluas hingga 2.151,75 Ha dan fungsi lahan yang tidak terdampak banjir genangan sama sekali (0 Ha) yaitu; hutan lahan kering, hutan tanaman industri dan pertanian lahan kering bercampur dengan semak.&#13;
&#13;
Kata kunci : Banjir genangan, hidrometri, ArcGIS, HEC-RAS, Sungai Lae Kombih</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87985</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-05 17:03:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-08 15:32:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>