<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87940">
 <titleInfo>
  <title>NILAI SIMBOLIS RAGAM HIAS PADA PAKAIAN PENGANTIN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munawwarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Munawwarah. 2020. Nilai Simbolis Ragam Hias Pada Pakaian Pengantin Aceh&#13;
Tamiang.Aceh Tamiang salah satu etnis yang berada di Aceh memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, perbedaan ini disebabkan sebagian penduduknya berasal dari etnis Melayu sehingga mempunyai perbedaan mulai dari adat, bahasa, pakaian adat serta ragam hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi ragam hias pada pakaian pengantin Aceh Tamiang, mengetahui nilai simbolisnya serta penempatan ragam hias pada pakaian pengantin bagian atas dan bagian bawah. Penelitian menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Subjek sebanyak 4 orang terdiri dari 2 orang pengrajin kain songket dan 2 orang tokoh adat Aceh Tamiang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias yang terdapat pada pakaian pengantin Aceh Tamiang ada 5 motif terdiri dari motif pucuk rebung bermakna suatu harapan yang baik dalam kehidupan dan memperjuangkan sesuatu yang baik dengan teguh pendirian, motif tampok manggis bermakna kejujuran, motif bunga melati bermakna sebuah kesucian, motif biji timun bermakna mempunyai banyak manfaat dalam hidup serta mempunyai sifat pemberani dan motif itik pulang petang bermakna kebersamaan, rukun dan saling bahu membahu. Penerapan ragam hias pada pakaian pengantin laki-laki dan perempuan bagian atas dan bawah tidak ada perbedaan. Pada pakaian bagian atas terdapat 5 motif pakaian bagian bawah juga terdapat 5 motif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung dalam ragam hias pada pakaian pengantin Aceh Tamiang mempunyai suatu harapan yang baik dan penerapan sifat yang baik untuk menjalani kehidupan yang ingin dicapai. Makna yang terkandung pada ragam hias penting untuk diketahui oleh masyarakat Aceh Tamiang agar warisan budaya tetap terjaga sampai ke generasi berikutnya.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87940</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-04 20:58:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-05 16:36:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>