KONTRIBUSI ABU LUENG-IE DALAM MENGEMBANGKAN THARIQAT NAQSYABANDIYAH DI ACEH BESAR, 1960-1992 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KONTRIBUSI ABU LUENG-IE DALAM MENGEMBANGKAN THARIQAT NAQSYABANDIYAH DI ACEH BESAR, 1960-1992


Pengarang

Nufus - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006101020011

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci : Kontribusi, Abu Lueng-Ie, Thariqat Naqsyabandiyah
Sesuai dengan judul yang diangkat yaitu “Kontribusi Abu Lueng-Ie dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Aceh Besar, 1960-1992” maka tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana riwayat hidup Abu Lueng-Ie, (2) Untuk mengetahui bagaimana upaya Abu Lueng-Ie dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Aceh Besar antara tahun 1960-1992, dan (3) untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan Abu Lueng-Ie dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Aceh Besar. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut metode sejarah kritis, yang terdiri dari lima langkah kerja yaitu Pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan (library research), wawancara (interviuw), penelitian lapangan (field research), dan studi dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Abu Lueng-Ie merupakan seorang tokoh ulama dari Aceh Besar. Dia dilahirkan pada tahun 1921 dari golongan bangsawan. Kemudian dalam hidupnya dia seorang yang berpendidikan yang pernah belajar baik di sekolah umum maupun di dayah-dayah yang ada di Aceh. (2) Thariqat Naqsyabandiyah yang sekarang tersebar hampir di seluruh pelosok Aceh Besar ternyata adalah thariqat yang dibawa langsung oleh Abu Lueng-Ie, yang dia peroleh dari gurunya Tengku Haji Muhammad Waly al-Khalidy dari Dayah Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan. Dalam rangka menjalankan misinya untuk megembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Aceh Besar dia memakai metode Uswatun Hasanah dengan berbagai aktivitas seperti suluk, tawajjuh, dan lain-lain. (3) Dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Aceh Besar, Abu Lueng-Ie mendapatkan berbagai hambatan di antaranya sebahagian masyarakat Aceh Besar yang belum betul-betul memahami tentang thariqat Naqsyabandiyah yang di bawa oleh Abu Lueng-Ie, menentang ajaran tersebut. Selain itu tantangan juga datang dari ilmuan terutama para dosen-dosen dari UIN atau IAIN masa itu. Yang menganggap thariqat Naqsyabandiyah itu sesat dan menyesatkan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK