<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87811">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGEMBANGAN JATI EMAS PLUS DI DESA BUENG KEC JANTHO KAB ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T Harris Fadhillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>T. Harris Fadhillah dengan judul skripsi Analisis Pengembangan Jati Emas  Plus  Di  Desa  Bueng  Kecamatan  Jantho  Kabupaten  Aceh  Besar&quot; dcngan  pembimbing  utama  Bapak Dr.  Ir. Sofyan,  M. Agric. Sc dan pembimbing kedua Bapak Ir.  Irwan  A.  Kadir, MP.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jati  emas   plus  merupakan   salah  satu   komoditas   hutan  rakyat   yang menjadi  komoditas  primadona  kehutanan  dewasa  ini.  Mengingat  kebutuhan  kayu jati  olahan   di   Indonesia   untuk   industri   maupun   rumah   tangga   diperkirakan sebesar  2,5  juta   m/tahun,  sedangkan   yang  dapat  dipenuhi   sebanyak   0,8  juta m'/tahun.   Dengan   demikian    kebutuhan    akan   kayu   jati   masih    mengalami kekurangan  sebanyak  I.7 juta m'/tahun. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  pengembangan  jati emas  plus dilihat dari aspck  teknis dan aspek  finansial.  Penelitian  ini juga diharapkan  dapat menjadi pedoman  teknis dan  finansial bagi masyarakat  dan pengusaha  yang akan mengembangkan  jati   emas  plus, serta   sebagai    bahan    pertimbangan    bagi pemerintah dalam menyusun program pengembangan hutan rakyat, terutama pengembangan  tanaman jati emas plus. Salah satu bentuk implementasi pcmberdayaan ekonomi rakyat yaitu pengembangan  &quot;perhutanan  sosial&quot;  yang dikenal dengan  Social Forestry&quot;, yaitu suatu upaya peran serta masyarakat dalam kegiatan yang bertujuan  untuk meningkatkan  pendapatan  masyarakat  dan meningkatkan mutu lingkungan  hidup.&#13;
&#13;
&#13;
Biaya  produksi  yang  dibutuhkan   untuk  pembangunan   kebun  jati  emas plus terdiri dari  biaya investasi  dan  biaya operasional.  Biaya investasi  terdiri  biaya   investasi   tanaman   dan   biaya   investasi   non   tanaman.   Biaya   investasi tanaman  scbesar  Rp 60.750.200  dan biaya investasi  non tanaman  Rp 5.090.000, maka total  biaya  investasi sebesar  Rp 65.840.200. Untuk biaya operasional yang dikeluarkan  dari  tahun  ke 6  hingga  tahun  14  sebesar  Rp  173.440.500.  Jumlah biaya  produksi  yang  dibutuhkan   untuk  pengembangan   kebun  jati  emas   plus seluas  1     Ha secara  monokultur  sebesar  Rp 239.280.700. Pola penanaman  jati emas  plus di daerah  penelitian adalah  pola tanam monokultur,  dengan  jarak  2  x 3   m dengan jumlah  kapasitas  penanaman   1.660 pohon/Ha.  Panen  dilakukan   daJam  tiga  tahap,  saat  tanaman   berumur  6  tahun sebanyak  400  pohon  (60  m'),  umur 9 tahun dipanen  sebanyak  500  pohon  (225 m') dan panen ke 3 dilakukan  pada umur tanaman  I4 tahun sebnayak  760 pohon (1.162  m').  Harga penjualan kayu jati emas plus sebesar  Rp 3.500.000/m'. Total pendapatan  bersih  budidaya jati  emas  plus  selama   15  tahun  adalah  sebesar  Rp 4.825.219.300/Ha.&#13;
&#13;
&#13;
Hasil analisis dengan menggunakan kriteria investasi diperoleh Net Present  Value  (NPV)  sebesar  Rp 570.524.893  dcngan  OF =  18%.  Net  Benefit Cost merupakan  nilai perbandingan antara benefit dan biaya proyek  pada keadaan nilai  sekarang.  Berdasarkan  hasil  analisis  proyek  selama  15  tahun  (2005-2019) pada  tingkat  OF =  18  %  maka  diperoleh  nilai  Net  Benefit  Cost  Ratio  sebesar I 0, 18  dan  untuk IRR  diperoleh  nilai sebesar  49%  Titik  pulang  pokok  atau BEP dicapai  pada  tahun  ke-8 hari  ke-11  dan  dari  analisis  sensitivitas  menunjukkan usaha jati emas plus ini layak untuk di kembangkan.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87811</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-01 11:14:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-01 11:15:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>