KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA DAPUR KOPI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA DAPUR KOPI


Pengarang

Irfan Arwiyan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504102010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA DAPUR KOPI

Irfan Arwiyan, Khairil, Akhyar
Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam – Banda Aceh 23111, INDONESIA
Phone/Fax. : +62-82277023896, email : ir.arwiyan@yahoo.com

Abstrak
Ampas kopi adalah limbah akhir dari proses penyeduhan kopi, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi komposisi briket ampas kopi terhadap penurunan massa, temperatur api, dan laju pembakaran untuk dapur industri skala rumah tangga. Spesimen biobriket dibuat dengan komposisi campuran antara ampas kopi, batubara dan perekat dari lem putih PVAc. Empat variasi komposisi yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain adalah Variasi I (90 % : 0 % : 10 %),Variasi II (70 % : 20 % : 10 %), Variasi III (50 % : 40 % : 10 %), Variasi IV (30 % : 60 % : 10 %). Hasil variasi campuran bio-briket tersebut dilanjutkan dengan pembakaran pada dapur pemanas listrik dengan kondisi kelebihan udara 20 % sampai penurunan massa tidak terjadi lagi. Hasil yang diperoleh adalah pengaruh penurunan massa terhadap variasi ampas kopi, dimana semakin banyak komposisi ampas kopi maka semakin cepat terjadi penurunan massa. Besarnya kandungan ampas kopi dalam biobriket yang menyebabkan fraksi yang tak terbakar semakin rendah. Temperatur api tertinggi terjadi pada campuran ampas kopi 90 % sebesar 580 °C dan temperatur api terendah terjadi pada campuran ampas kopi 30 % sebesar 417 °C. Laju pembakaran (K) meningkat dengan bertambahnya persentase biomassa.

Kata kunci : Bio-briket, ampas kopi, batubara, temperatur, laju pembakaran.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK