<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87780">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TRANSFORMASI TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN KE SEKTOR INDUSTRI DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dedi Arbi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dedi  Arbi dengan  Judul  Skripsi  &quot;Analisis  Transformasi Tenaga Kerja Sektor Pertanian ke Sektor Industri  Di Provinsi Aceh&quot;,  dengan  Pembimbing Utama  Bapak  Ir.  Azhar A. Gani, M.  Sc dan Pembimbing  Kedua  ibu  Dr.  Ir. Safrida, M. Si.&#13;
Permasalahan    dalam    penelitian    ini  pada    umumnya    masyarakat    Aceh sekarang  cenderung  tertarik  untuk  bekerja pada  sektor industri  yang justru meninggalkan    profesinya   sebagai   pekerja   sektor   pertanian,   dari hal   tersebutlah peneliti  tertarik   untuk  mengetahui  penyebab  terjadinya  proses  transformasi  tenaga kerja sektor pertanian  ke sektor industri di Provinsi Aceh.&#13;
Adapun  tujuan penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui  beberapa  faktor yang mempengaruhi    terjadinya   transformasi    tenaga   kerja   sektor   pertanian    ke   sektor industri di Provinsi Aceh.&#13;
Secara  keseluruhan   model  disusun  dalam  bentuk  persamaan   simultan  yang terdiri  dari 6 persamaan  struktural dan 2 persamaan  identitas. Model tersebut  adalah model Ekonometrika yang digunakan  untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi   perpindahan   tenaga  kerja  sektor  pertanian  ke  sektor  Industri.  Data yang  digunakan adalah  data  sekunder  yang  tersedia  pada  dinas-dinas  terkait dalam bentuk  (Time  Series  Data)  atau  berkala  dari tahun-ketahun,   yaitu  dari  Tahun  1994 sampai 2007.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan  bahwa   faktor yang  mempengaruhi   terjadinya transfomasi  tenaga sektor pertanian  ke sektor industri  di Propinsi  Aceh adalah upah&#13;
tenaga  kerja  sektor  industri  dan jumlah industri. Upah    sektor  industri  lebih  tinggi dibandingkan dengan  upah  sektor  pertanian,    hal inilah  yang  menyebabkan tenaga kerja   sektor   pertanian    cenderung   berpindah    (transformasi)   ke  sektor      industri. Tingginya upah  sektor  industri  ini merupakan daya  tarik tersendiri bagi  angkatan kerja   untuk   berlomba-lomba  bekerja   pada   sektor   ini.  Perbedaan  tingkat  upah tenaga   kerja   pada   kedua   sektor   ini  akan   menarik   banyak   tenaga   kerja   untuk berpindah  dari sektor pertanian ke sektor  industri.&#13;
Begitu  juga   halnya  setiap   penambahan  jumlah   industri   di  Propinsi   Aceh, sektor   industri   lebih   banyak   menyerap   tenaga   kerja   daripada   sektor   pertanian. Terlihat dengan bertambahnya 1  unit perusahaan industri besar di Aceh mampu mempekerjakan tenaga  kerja  sebanyak  ratusan  orang.  Besarnya  tingkat  penyerapan tenaga  kerja oleh sektor  industri,  mampu  memikat hati tenaga  kerja  sektor pertanian untuk  bekerja pada sektor industri.&#13;
Tetapi  kenyataan  yang    diperoleh   berbeda,   tidak   semua  dari  tenaga   kerja tersebut     mampu     berkompetisi     dan    menyesuaikan    diri    pada    sektor    usaha perindustrian. Karena  sektor  industri  membutuhkan tenaga  kerja  yang memiliki  skill atau  keahlian   serta  pengalaman  yang  cukup  yang  sesuai  dengan   kebutuhan  pada industri   dan  tidak   semua   tenaga  kerja   yang   tadinya   berada   pada   sektor   usaha pertanian   memiliki   kemampuan  di  bidang  industri.  Hal  ini menyebabkan  dampak baru  bagi  pertumbuhan  ekonomi,  dimana  akan  ada  tenaga  kerja  yang  menganggur karena tidak memiliki  kemampuan untuk  bersaing di sektor industri.&#13;
Dalam   hal ini peran    pemerintah  sangat  diharapkan  untuk  meningkatkan penyerapan   tenaga   kerja  sektor  pertanian,   sebaiknya   sektor  pertanian   perlu  pula&#13;
didukung  sektor  industri,  Hal tersebut  dapat  dilakukan  pemerintah  dengan  menarik investor untuk  mau menanamkan  modalnya  untuk  industri- industri kecil di pedesaan agar  tenaga   kerja  sektor  pertanian   tidak   terpengaruh   untuk  bekerja   pada   sektor industri  di kota-kota  besar. Dengan  adanya  industri  kecil  di pedesaan,  tenaga  kerja tersebut   sambil   bekerja  di  sektor   industri   mereka  juga  dapat   bekerja   di  sektor pertanian,  sehingga tidak terjadinya  kekurangan  tenaga  kerja pertanian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURE - FINANCIAL ASPECTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LABOR - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.13</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87780</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-29 10:49:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 15:40:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>