<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87743">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN LAMPU TL DIMALAM HARI PADA SISTEM AEROPONIK TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) DALAM GREENHOUSE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rakhmat Z</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Semakin  majunya teknologi pada saat ini  membuat para petani memanfaatkan  teknologi  untuk  diaplikasikan  ke pertanian  yang  tujuannya agar dapat dimanfaatkan  dan digunakan untuk. mencapai produktivitas yang tinggi. Pertanian merupakan  suatu pola teknologi yang memerlukan  energi. Penggunaan cahaya buatan untuk tanaman adalah untuk membantu tanaman berfotosintesis  di malam hari sehingga pertumbuhan dapat ditingkatkan.Aeroponik   umumnya  dimanfaatkan   untuk  tanaman  sayuran  daun  yang berumur  pendek   dan  mempunyai  nilai  ekonomis   tinggi.  Diantaranya   adalah selada,  sawi  (Brassica juncea),  bayam merah,  kangkung.  Sistem  aeroponik  ini merupakan sistem penanaman yang paling efisien dari segi penggunaan  air untuk nutrisi tanaman.&#13;
Penelitian  ini bertujuan  untuk mengamati  pengaruh  cahaya  buatan yang diberikan untuk pertumbuhan  tanaman sawi dari dua perlakuan yang diambil pada pertumbuhan tanaman sawi dengan menggunakan sistem aeroponik.Penelitian dilakukan di lingkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura   Lampineung.   Tanaman   yang   digunakan   adalah   tanaman   sawi (Brassica juncea) yang ditanam di dalam styrofoam dan menggunakan  rockwool sebagai media  tanam. Tanaman  sawi ditempatkan  di  dalam satu bedengan  yang dibagi  dalam  dua  buah  bagian.  Yaitu  bagian  pertama  dibiarkan  sebagaimana mestinya dan menerima cahaya alami seperti biasanya tanpa penambahan  cahaya buatan pada  malam  hari,  kemudian  bagian kedua  menerima  cahaya  alami  serta&#13;
diberi penambahan  cahaya buatan pada malam hari dengan menggunakan  cahaya lampu TL daylight. Kondisi lingkungan (suhu udara) selama proses pertumbuhan  sawi didapat bahwa suhu  rata-rata  pada  pagi hari  yaitu berkisar antara  23-25 C, sedangkan suhu rata-rata pada siang hari berkisar antara 40-44 °c, dan pada sore hari berkisar antara 30-33 C.&#13;
Perubahan   besarnya   intensitas  cahaya  matahari   maksimal  selama  per periode  pertumbuhan  tanaman sawi terjadi pada periode  1 pertumbuhan  dengan intensitas 59100  lux pada  hari ke 4 siang  hari,  sedangkan  perubahan  besarnya intensitas cahaya  matahari  minimal  selama  per  periode  pertumbuhan  tanaman sawi  terjadi  pada periode 2 pertumbuhan dengan intensitas  1720  lux pada hari ke 16  sore hari.  Perubahan  besarnya  intensitas  cahaya  lampu  maksimal  selama  per periode perturnbuhan  tanaman sawi terjadi  pada periode 2 pertumbuhan  dengan intensitas  43.2 cd dengan  efesiensi  cahaya  15,08  pada hari  ke  14  malam pukul 22.00  WTB,  sedangkan  perubahan  besarnya  intensitas  cahaya  lampu   minimal selama   per   periode    pertumbuhan    tanaman   sawi    terjadi    pada   periode   2 pertumbuhan  dengan  intensitas  35,2 cd dengan efesiensi  cahaya  12,29  pada hari ke 11  malam pukul 20.00 WIB.Hasil penelitian  menunjukkan peningkatan pertumbuhan  tanaman terlihat pada  perlakuan  penambahan  cahaya  dengan  masing-masing perlakuan  tanaman sawi  menunjukkan  pengaruh  yang  berbeda  terhadap  produksi  tinggi  tanaman sawi.  Perlakuan tanpa  penambahan  cahaya  lampu  menunjukkan pengaruh  yang terendah terhadap  produksi  tinggi  tanaman sawi  yaitu sebesar 28.5 cm, panjang akar sebesar 42 cm, panjang  daun sebesar  14 cm dan jumlah  daun yang dimiliki sebanyak 9 helai. Sedangkan perlakuan penambahan cahaya lampu menunjukkan pengaruh tertinggi terhadap produksi tinggi tanaman sawi yaitu sebesar 36.1 cm, panjang akar sebesar 46 cm, panjang  daun sebesar  19 cm dan jumlah daun yang dimiliki sebanyak 11  helai.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87743</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 11:57:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 11:58:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>