Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN PENGERINGAN IRISAN SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS, FORST) DENGAN MENGGUNAKAN SOLAR DRYER
Pengarang
Bustami - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505106010014
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sukun merupakan salah satu sumber karbohidrat yang potensial untuk dikembangkan. Tanaman sukun memiliki manfaat yang besar dalam berbagai segi kebutuhan, yaitu berupa bahan pangan. Pada umumnya masyarakat melakukan proses pengeringan terhadap sukun ini masih bersifat konvensional yaitu penjemuran yang dilakukan dibawah sinar matahari pada lingkungan terbuka. Pengeringan secara tradisonal selama ini merupakan salah satu penyebab turunnya mutu bahan hasil penanganan pasca panen. Pengeringan seperti ini membutuhkan waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi yang efektif dalam proses pengeringan, yaitu dengan menggunakan pengering buatan yang diversifikasi energi dengan memanfaatkan energi alternatif berupa energi matahari sebagai sumber panas dengan memamfaatkan efek rumah kaca.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan yang meliputi kapasitas pengeringan, rendemen, kadar air dan kadar pati, dan mengetahui mutu sukun yang dikeringkan. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Pasca Panen Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Darussalam. Banda Aceh pada bulan November 2010 sampai Januari 2011.
Alat yang digunakan pada penelitian adalah pengering solar dryer, termometer. timbangan analitik, anemometer. solarimeter. stopwatch. Bahan yang digunakan adalah buah sukun.Hasil penelitian menunjukkan lama pengeringan irisan sukun selama 3 hari pengeringan memiliki persentase rendemen irisan sukun dengan bahan baku basah
60 % dari berat 20 kg buah sukun dan menghasilkan 12 kg irisan gaplek sukun basah, rendemen irisan sukun kering adalah sebesar 23.3 % dari 12 kg irisan sukun yang dikeringkan dan menghasilkan 2,8 kg gaplek sukun kering. Kadar air awal irisan sukun 62, 7 % dilakukan pengeringan pada alat pengering solar dryer dengan kadar air akhir pada alat pengering 9,02 % dengan laju pengeringan terendah terjadi pada hari pertama yaitu dibawah 0,005 KgH2O/menit. Distribusi temperatur rata-rata selama 3 hari pengeringan berkisar32°C -- 36C dengan RH rata-rata pada ventilasi A B dan lingkungan 46 % 64 % dengan kecepatan udara rata-rata ruang pengering adalah 1,12 m/s dan kecepatan udara rata-rata 0,56 m/s. Total iradiasi selama tiga bari sebesar 3936,24 W/m2 . Kadar pati tepung sukun dalah sebesar 59,11 %. Jumlah energi listrik yang digunakan untuk menggerakkan kipas pada alat pengering ini sebesar 2540160 Joule.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISA KELAYAKAN PENGERING IKAN KEUMAMAH DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANASRNDARI BAHAN BAKAR (Roni Fahlefi, 2024)
KAJIAN VARIASI KETEBALAN LAPISAN PORANG (AMORPHOPHALLUS ONCOPHYLLUS) PADA PROSES PENGERINGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TRAY DRYER (M. Zikri Pratama, 2019)
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (SITTY MAYSARAH, 2016)
UJI KINERJA ALAT PENGERING KELAPA KUKUR DENGAN MENGGUNAKAN SOLAR DRYER (Cut Habri Mutia, 2024)
PENGGUNAAN ALAT PENGERING ENERGI MATAHARI HIBRID UNTUK PENGERINGAN ASAM SUNTI (Novi Muliani, 2024)