Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI TEKNIK PROBING PROMPTING DENGAN PENDEKATAN METAKOGNISI
Pengarang
DIAN ISRAWATI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1706203020011
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S2) / PDDIKTI : 84102
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Dian Israwati (2020). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Teknik Probing Prompting dengan Pendekatan Metakognisi
Setiap siswa memiliki kemampuan berpikir yang berbeda-beda seperti dalam kegiatan berpikir untuk menerima dan mengolah suatu informasi. Kemampuan berpikir yang siswa gunakan adalah kemampuan berpikir kognitif atau dikenal dengan istilah metakognisi dalam dunia pendidikan seperti memonitor dan mengontrol pada setiap tahapan yang dilakukan. Siswa yang memiliki kesadaran metakognisi terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dimilikinya serta kemampuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. Oleh karena itu dibutuhkan upaya guru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui teknik pembelajaran probing prompting dengan pendekatan metakognisi siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diselidiki melalui tes akhir di setiap siklus pembelajaran. Proses metakognisi siswa diselidiki dengan lembar metakognisi dan wawancara. Aktivitas siswa dan aktivitas guru mengajar diselidiki setiap pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus I mencapai ketuntasan 46,16% dan siklus II sebesar 61,54%. Pada siklus III meningkat menjadi 67,38% dan siklus IV sebesar 69,24%. Selanjutnya meningkat lagi pada siklus V sebesar 78,85%. 2) proses metakognisi siswa mengalami perubahan dalam memonitor dan mengontrol tahapan yang dilakukan siswa. 3) aktivitas siswa pada proses pembelajaran mengalami perkembangan dari beberapa indikator yang memenuhi kriteria waktu ideal. 4) kinerja guru pada siklus I, II, III, dan IV mencapai 68%, 71%, 76%, dan 78% dengan kategori baik. Sedangkan pada siklus V aktivitas guru sudah masuk ke kategori sangat baik dengan nilai kinerja 81%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa meningkat melalui teknik probing prompting dengan pendekatan metakognisi.
Kata kunci: Pemecahan Masalah, Probing Prompting, Metakognisi
Tidak Tersedia Deskripsi
KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (Zia Anjelina, 2021)
KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH (CUT FANNY FEBRIANTY, 2022)
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING PADA MATERI TURUNAN DI MAN 7 BIREUEN (Putri Mutia, 2021)
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN METAKOGNISI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING (Lia Fitria, 2017)
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUIPENDEKATAN METAKOGNITIF (Ainuna Fasha, 2016)