Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI JAHE DI DESA LAMPAYA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Irwan Sofyan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0105102010040
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Irwan Sofyan "Prospek Pengembangan Usabatani Jabe di Desa Lampaya Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar" di bawah bimbingan Ibu Cut Faradilla. Sp. M.si. sebagai pembimbing utama dan Bapak Dr. Ir. Azhar Muslim, M.S sebagai pembimbing kedua.
Salah satu komoditi pertanian yang kini sedang dikembangkan adalah jahe (Zingiber officinalis) dimana komoditi ini ternyata memiliki prospck yang cukup cerah dan produktif untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan petani, sehingga merupakan hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan kajian dan analisis kelayakan usaha dari aspek finansial pada tanaman jahe di Desa Lampaya Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara langsung dengan responden, dara tersebut kemudian dipindahkan dalam bentuk tabulasi yang sesuai dengan kebutuhan analisa. Data skunder diperoleh dari studi kepustakaan, instansi• instansi pemerintahan, jurnal-jurnal dan dari studi kepustakaan yang berhubungan dengan penelitian.
Model analisis yang digunakan adalah analisis finansial. Analisis finansial digunakan untuk mendapatkan gambaran tingkat kelayakan ushatani. Layak tidaknya usaha tersebut dijalankan dari sisi keuangan biasanya dapat diketahui dari benefit cost ratio (BIC) yang dihitung berdasarkan keahlian evaluasi proyek. Nilai B/C lebih besar dari I maka usaha yang direncanakan layak untuk dilaksanakan. Selain B/C ratio, juga di gunakan kriteria investasi Break Event Point (BEP). BEP merupakan saat dimana total penghasilan yang di terima sa.m a dengan pembiayaan total. Dari analisis kelayakan Net 8/C ratio diperoleh 2, ini berarti sesuai dengan hipotesis, dimana jika Net B/C ratio lebih besar dari satu,maka layak di usahakan. Jadi setiap penerimaan biaya Rp 1 akan memberikan keuntungan sebesar Rp 2, ini berarti usahatani jahe ini layak untuk dilaksanakan dan menguntungkan.Dari hasil analisis kelayakan BEP, usahatani jahe di daerah penelitian mencapai titik impas (BEP) atau suatu titik tidak untung dan tidak rugi pada saat produksi jahe mencapai 16.553 Kg/Ha dan harga jahe sebesar Rp 2.044/Kg.
Tidak Tersedia Deskripsi
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI JAHE DI DESA LAMPAYA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Irwan Sofyan, 2021)
ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN HARGA POKOK PRODUKSI JAHE DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (AFRIA HANDAYANI, 2020)
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA USAHATANI JAHE DI DESA LAMPAYA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (RIZKI MUHAMMAD IQBAL, 2016)
DAMPAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH YAYASAN LAMBRINEU PADA USAHATANI JAHE DIDESA LAMPAYA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Muhajir, 2020)
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI APELRN(STUDI KASUS PADA USAHATANI APEL SISWANTO)RNDI DESA DISPOT LINGE KECAMATAN LINGERNKABUPATEN ACEH TENGAH (FITRI SATYA NINGSIH, 2015)