<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87684">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA EMERGING ADULTS DIMEDIASI OLEH PERILAKU SEX-TEXTING (SEXTING)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SIDDIEQ AL AMIEN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Emerging adulthood merupakan masa transisi dari remaja ke dewasa awal yang terjadi di usia 18-25 tahun dimana kaum muda mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam hal seksualitas, salah satunya adalah perilaku seksual pranikah. Religiusitas merupakan faktor yang berperan dalam pengambilan keputusan seksual. Individu cenderung beralih ke perilaku seksual non-fisik untuk menghindari rasa bersalah jika mereka melakukan hubungan seksual secara fisik. Hal ini mungkin mengarah pada gagasan bahwa perilaku sex-texting (sexting) dipandang sebagai hubungan seksual alternatif yang dapat diterima pada individu religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan perilaku seksual pranikah pada emerging adults dimediasi oleh perilaku sex-texting (sexting). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan 82 responden (34 laki-laki; 48 perempuan) dengan rentang usia 20-25 tahun, dipilih melalui metode  convenience sampling. Religiusitas diukur menggunakan Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS), perilaku seksual pranikah diukur menggunakan Skala Perilaku Seksual Pranikah, dan perilaku sex-texting (sexting) diukur menggunakan Sexting Behaviors Scale (SBS). Data dianalisis menggunakan metode analisis mediasi sederhana PROCESS. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku seksual pranikah dimediasi oleh perilaku sex-texting (sexting) pada emerging adults (B=0,197; p=0,466). Religiusitas tidak memprediksi tingkat perilaku seksual pranikah yang dilakukan individu dengan perilaku sex-texting (sexting) sebagai mediator. &#13;
&#13;
Kata Kunci: religiusitas; perilaku seksual pranikah; sexting; emerging adults&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87684</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-25 10:05:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-25 10:48:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>