HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA DAN GAMBARAN BANGKITAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA KASUS EPILEPSI DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA DAN GAMBARAN BANGKITAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA KASUS EPILEPSI DI ACEH


Pengarang

ARINA KHAIRU UMMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1707101010117

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Depresi merupakan komorbid yang paling sering terjadi pada penderita epilepsi (PE). Selama ini deteksi depresi pada PE bukan merupakan pemeriksaan rutin pada klinik neurologi karena membutuhkan waktu cukup lama, pendidikan dan edukasi masyarakat Aceh mengenai epilepsi juga masih terbatas menyebabkan munculnya diskriminasi dan stigma negatif di masyarakat sehingga sulit dilakukan penilaian, hal ini menyebabkan pemeriksaan seringkali tidak dilakukan dan diagnosisnya jadi terlewatkan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeteksi dini dan melihat hubungan karakteristik penderita dan gambaran bangkitan dengan kejadian depresi. Deteksi dini depresi mayor pada penderita epilepsi tersebut menggunakan Neurological Disorders Depression Inventory for Epilepsy (NDDI-E) yang merupakan instrumen yang sudah diuji validitasnya, reliabel, lebih singkat dan sederhana. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 41 PE yang berusia diatas 18 tahun dan tidak mengalami gangguan jiwa berat dengan cara mengisi kuesioner secara online. Hubungan antar variabel dinilai dengan menggunakan uji Chi-Square dan Mann-Whitney. Hasil penelitian dengan desain Cross Sectional ini menunjukkan bahwa setinggi 39%, responden mengalami depresi dan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik jenis kelamin (p=0,015) dan penghasilan (p=0,006), serta gambaran bangkitan berupa frekuensi bangkitan (p=0,018), lama menjalani terapi (p=0,030) dengan kejadian depresi dan menunjukkan hubungan yang tidak signifikan pada regimen terapi (p=0,501) dengan kejadian depresi. Pada penelitian ini menunjukan bahwa PE yang berisiko mengalami depresi yaitu PE dengan jenis kelamin perempuan, tidak memiliki penghasilan tetap, frekuensi bangkitan yang lebih dari satu kali dan menjalani terapi lebih dari empat tahun, perlu dilakukan pencegahan berupa edukasi baik terhadap PE maupun keluarga dan masyarakat sekitar sehingga dapat terhindar dari depresi.
Kata Kunci: Epilepsi, Depresi, Karakteristik, NDDI-E (Neurological Disorders Depression Inventory for Epilepsy).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK