PERSEPSI PEDAGANG TRADISIONAL TERHADAP HADIRNYA PASAR MODERN DI KOTA LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERSEPSI PEDAGANG TRADISIONAL TERHADAP HADIRNYA PASAR MODERN DI KOTA LHOKSEUMAWE


Pengarang

NADIRA ULFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506101010048

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ulfa, Nadira. 2020. Persepsi Pedagang Tradisional terhadap Hadirnya Pasar
Modern Di Kota Lhokseumawe. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah
Kuala. Pembimbing :
(1) Dr. Rusli Yusuf, M.Pd (2) Maimun, S.Pd,. MA
Kata Kunci: Pedagang Tradisional, Hadirnya Pasar Modern

Hadirnya pasar modern seperti Minimarket, Suzuya, Indomaret, Alfamart dan
Sebagainya. Telah menimbulkan berbagai macam persepsi pedagang tradisional
terhadap hadirnya pasar modern baik itu persepsi positif maupun persepsi negatif
terhadap hadirnya pasar modern. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui
persepsi pedagang tradisional terhadap kehadirannya pasar modern di Kota
Lhokseumawe (2) Untuk mengetahui interaksi sosial antara pedagang tradisional
dan pedagang pasar modern di Kota Lhokseumawe dan (3) Untuk mengetahui
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pedagang tradisional terhadap hadirnya
pasar modern di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa
wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif yang terdiri dari reduksi
data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
(1) Persepsi pedagang Tradisional terhadap hadirnya pasar modern dapat dilihat
dalam dua bentuk yaitu persepsi positif dan negatif. Persepsi positif yaitu, dengan
adanya pasar modern di Lhokseumawe membantu melengkapi kebutuhan yang tidak
dapat dijangkau selama ini. Persepsi negatifnya ialah menjadi suatu permasalahan
atau faktor penghambat yang dihadapi pedagang pasar tradisional,yaitu menurunnya
omset para pedagang. Dampak dari menurunnya pendapatan akan mengakibatkan
makin sedikitnya jumlah modal yang dikumpulkan, sehingga membuat tidak adanya
perputaran modal bagi pedagang tradisional (2) Interaksi sosial yang terjadi antara
pedagang tradisional dengan pedagang modern dapat dilihat dalam Kerjasama yang
terjadi ketika pedagang pasar tradisional membutuhkan stok barang dalam jumlah
besar, dengan tujuan untuk dijual kembali dalam jumlah kecil atau eceran. Pedagang
pasar modern juga membantu untuk mendapatkan stok barang secara langsung
dengan mudah tanpa adanya perantara. Konflik terjadi disebabkan karena pedagang
modern terkadang ingin mengambil kesempatan, untuk mendapatkan keuntungan
dari pedagang tradisional sebagai pedagang kecil. (3) Faktor yang mendasari lahirnya
persepsi negatif pedagang tradisional terhadap pasar modern adalah, faktor
emosional, dan kesenjangan sosial. Dengan adanya pasar modern yang bersifat
monopolistik, sehingga menyebabkan pedagang tradisional tersingkirkan.
Demikian
dapat disimpulkan bahwa hadirnya pasar modern dapat menghambat sistem ekonomi
pedagang tradisional dapat terhambat, serta interaksi sosial yang terjadi lebih
dominan kepada konflik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK