Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
DESAIN ZONASI PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PINANG, SIUMAT, SIMANAHA DI KABUPATEN SIMEULUE DESAIN ZONASI PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PINANG, SIUMAT, SIMANAHA DI KABUPATEN SIMEULUE DESAIN ZONASI PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PINANG, SIUMAT, SIMANAHA DI KABUPATEN SIMEULUE
Pengarang
FAUZAN AULIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1709200210004
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu (S2) / PDDIKTI : 54145
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pemerintah Aceh sudah mencadangkan kawasan konservasi perairan melalui
surat keputusan Gubernur dengan Nomor 523/1297/2018 tentang Penetapan
Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Aceh. Kabupaten Simeulue adalah satu
diantaranya yang mempunyai kawasan konservasi perairan (KKP) diantaranya KKP
PISISI. Untuk memaksimalkan pengelolaan KKP PISISI yang sudah dicadangkan oleh
Gubernur Aceh, perlu adanya analisis dalam bentuk kajian pada rencana pengelolaan
dan zonasi khususnya dalam menentukan lokasi zona inti (zona larang tangkap).
Penentuan zona inti adalah bagian paling penting dalam perencanaan untuk melindungi
kawasan pesisir sebagai wujud pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungan yang
berkelanjutan. Marxan merupakan perangkat perencanaan desain zonasi kawasan
konservasi yang paling banyak digunakan di dunia. Marxan juga memberi rekomendasi
ke pengelola KKP untuk menemukan daerah potensial yang sesuai dengan apa yag
diharapkan oleh pengelola kawasan, namun belum mampu menjawab lokasi prioritas
kawasan konservasi dan ukuran optimum zona larang tangkap. Kombinasi antara
Marxan dan perangkat MPA Size Optimization Tool ini masih belum banyak digunakan
dalam mendesain zona larang tangkap. Studi pada KKP PISISI ini menjadi salah satu
contoh bagaimana informasi yang dihasilkan oleh kedua perangkat ini menjadi
referensi atau model yang akan diterapkan pada KKP lainnya yang belum menyusun
rencana zonasi. Usulan zona larang tangkap terbagi menjadi 8 (delapan) bagian dengan
ukuran 3 km yang diperoleh dari hasil pertimbangan home ranges 55 spesies ikan
ekonomis tinggi yang ditemukan dalam KKP PISISI. Luasan usulan zona inti
berdasarkan hasil analisis kedua perangkat tersebut sebesr 5,14% dimana telah
memenuhi ketentuan dari Permen KP Nomor 30 Tahun 2010 yaitu setiap kawasan
konservasi perairan harus memiliki zona inti dengan luas setidaknya 2% dari luas
keseluruhan kawasan
Tidak Tersedia Deskripsi
INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT SUKU NIAS DENGAN MASYARAKAT SUKU DEVAYAN DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR (Yenila, 2019)
HUBUNGAN PARTISIPASI NELAYAN DAN PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH PULAU TUAN, ACEH BESAR (Zilvi Aulia Rahmi, 2017)
KELIMPAHAN SEBARAN PENYAKIT KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PISISI (NURUL IZZATI, 2025)
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS DESA AIR PINANG DENGAN NELAYAN DARI LUAR DI PERAIRAN LAUT PULAU PINANG (Fiki Festian, 2022)
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN GURITA (OCTOPUS SP) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PANCING DAN TEMBAK DI PULAU SIUMAT, SIMEULUE TIMUR (Risnayanti, 2025)