<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87598">
 <titleInfo>
  <title>DESAIN ZONASI PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PINANG, SIUMAT, SIMANAHA DI KABUPATEN SIMEULUE DESAIN ZONASI PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PINANG, SIUMAT, SIMANAHA DI KABUPATEN SIMEULUE DESAIN ZONASI PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PINANG, SIUMAT, SIMANAHA DI KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAUZAN AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemerintah Aceh sudah mencadangkan kawasan konservasi perairan melalui&#13;
surat keputusan Gubernur dengan Nomor 523/1297/2018 tentang Penetapan&#13;
Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Aceh. Kabupaten Simeulue adalah satu&#13;
diantaranya yang mempunyai kawasan konservasi perairan (KKP) diantaranya KKP&#13;
PISISI. Untuk memaksimalkan pengelolaan KKP PISISI yang sudah dicadangkan oleh&#13;
Gubernur Aceh, perlu adanya analisis dalam bentuk kajian pada rencana pengelolaan&#13;
dan zonasi khususnya dalam menentukan lokasi zona inti (zona larang tangkap).&#13;
Penentuan zona inti adalah bagian paling penting dalam perencanaan untuk melindungi&#13;
kawasan pesisir sebagai wujud pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungan yang&#13;
berkelanjutan. Marxan merupakan perangkat perencanaan desain zonasi kawasan&#13;
konservasi yang paling banyak digunakan di dunia. Marxan juga memberi rekomendasi&#13;
ke pengelola KKP untuk menemukan daerah potensial yang sesuai dengan apa yag&#13;
diharapkan oleh pengelola kawasan, namun belum mampu menjawab lokasi prioritas&#13;
kawasan konservasi dan ukuran optimum zona larang tangkap. Kombinasi antara&#13;
Marxan dan perangkat MPA Size Optimization Tool ini masih belum banyak digunakan&#13;
dalam mendesain zona larang tangkap. Studi pada KKP PISISI ini menjadi salah satu&#13;
contoh bagaimana informasi yang dihasilkan oleh kedua perangkat ini menjadi&#13;
referensi atau model yang akan diterapkan pada KKP lainnya yang belum menyusun&#13;
rencana zonasi. Usulan zona larang tangkap terbagi menjadi 8 (delapan) bagian dengan&#13;
ukuran 3 km yang diperoleh dari hasil pertimbangan home ranges 55 spesies ikan&#13;
ekonomis tinggi yang ditemukan dalam KKP PISISI. Luasan usulan zona inti&#13;
berdasarkan hasil analisis kedua perangkat tersebut sebesr 5,14% dimana telah&#13;
memenuhi ketentuan dari Permen KP Nomor 30 Tahun 2010 yaitu setiap kawasan&#13;
konservasi perairan harus memiliki zona inti dengan luas setidaknya 2% dari luas&#13;
keseluruhan kawasan&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87598</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-20 11:18:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-20 14:49:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>