FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BUDIDAYA UDANG WINDU DI KECAMATAN GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BUDIDAYA UDANG WINDU DI KECAMATAN GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

MULYANA MUKHTAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505102010111

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mulyana M, "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Budidaya Udang Windu di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen", di bawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Indra, M.P sebagai pembimbing utama dan Bapak T. Saiful Bahri, SP,M.P sebagai pembimbing kedua.
Udang windu merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya air payau yang memiliki peluang usaha cukup baik karena digemari oleh konsumen lokal (domestik) dan konsumen luar negeri. Hal ini disebabkan oleh rasa udang windu yang enak dan gurih serta kandungan gizinya yang sangat tinggi. Daging udang windu diperkirakan mengandung 90 % protein.
Tujuan dari penelitian ini adalah
a. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh luas lahan, benur, pupuk Urea, pupuk TSP, Akodan, Lodan, Saponin, tenaga kerja, umur, pendidikan, pengalaman, tanggungan dan status lahan mempengaruhi produksi udang windu di Kecam atan Gandapura Kabupaten Bireuen.
b. Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada budidaya udang windu di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen.
c. Untuk mengetahui skala usaha (luas lahan) minimum budidaya udang windu di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen.

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, dengan pertimbangan Kecamatan Gandapura merupakan Kecamatan kedua terluas yang membudidayakan udang windu di Kabupaten Bireuen. Objek penelitian ini adalah budidaya udang windu, serta ruang lingkup penelitian ini terbatas pada luas lahan, benur, pupuk Urea, pupuk TSP, Akodan, Lodan, Saponin, tenaga kerja, umur, pendidikan, pengalaman, tanggungan dan status lahan pada budidaya udang windu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling dengan besar sampel 31 petambak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber, meliputi data primer yaitu diperoleh di lokasi penelitian dan data sekunder yaitu bersumber dari kepustakaan dan instansi terkait.Pengujian kebenaran hipotesis 1, pengaruh faktor produksi luas lahan, benur, pupuk Urea, pupuk TSP, Akodan, Lodan, Saponin, tenaga kerja, umur, pendidikan, pengalaman, tanggungan dan status lahan terhadap produksi udang windu dilakukan dengan uji "t" dan uji "F".
Hasil pengujian baik secara serempak (uji-F) maupun secara parsial (uji-t),menunjukkan bahwa variabel luas lahan, benur, pupuk Urea, pupuk TSP, Akodan, Lodan, Saponin, tenaga kerja, umur, pendidikan, pengalaman, tanggungan dan status lahan berpengaruh nyata terhadap produksi udang windu di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Dalam penelitian ini, naik turunnya atau variasinya produksi budidaya udang windu 99,6 % dipengaruhi oleh variabel yang ada dalam model yaitu luas lahan (X1), benur (X2), pupuk Urea (X3), pupuk TSP
(X4), Akodan (X5), Lodan (X6), Saponin (X7, tenaga kerja (X8), umur (X9), pendidikan (X10), pengalaman (X11), tanggungan (X12) dan status lahan (D), sedangkan 0,40 % lainnya ditentukan oleh variabel lain di luar penelitian ini.
Untuk menguji hipotesis 2, tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi pada budidaya udang windu. dilakukan dengan pendekatan marginal. Berdasarkan hasil analisis efisiensi menunjukkan luas lahan, benur, pupuk TSP, Akodan dan tenaga kerja pada budidaya udang windu di daerah penelitian belum efisien, sehingga penggunaan input tersebut perlu ditambah, sedangkan penggunaan pupuk Urea, Lodan dan Saponin pada budidaya udang windu di daerah penelitian tidak efisien, sehingga penggunaan input tersebut perlu dikurangi.
Untuk menguji hipotesis 3, titik impas luas lahan garapan yang dimiliki petambak udang windu dilakukan dengan pendekatan BEP. BEP merupakan suatu nilai dimana hasil penjualan produksi sama dengan biaya produksi sehingga pengeluaran sama dengan pendapatan. Dengan demikian pada saat itu suatu usaha tani mengalami impas (tidak untung dan tidak rugi). Untuk keperluan perhitungan BEP tersebut, maka perhitungan biaya produksi dibedakan atas biaya tetap dan biaya tidak tetap.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa luas lahan dimana BEP tercapai adalah 0,45 Ha. Artinya luas lahan minimum yang harus digarap untuk budidaya udang windu adalah 0,45 Ha agar petambak tidak mengalami kerugian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan garapan budidaya udang windu di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen adalah 0,74 Ha atau di atas luas lahan minimum.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK