Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS SISTEM PEMASARAN CABAI MERAH DI KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Cut Nurmalia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0051211633
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Cut Nurmalia dengan judul skripsi "Analisis Sistem Pemasaran Cabai Merah Di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, dengan pembimbing utama Bapak Ir. T. Bachtiar Usman. dan pembimbing kedua Bapak Ir. M. Nassir Hawy. M.S.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pendapatan yang diterima oleh petani cabai merah di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, bagaimana bentuk saluran pemasaran yang paling menguntungkan bagi petani cabai merah di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh dan berapakah besar margin pemasaran dan keuntungan yang diterima petani pada setiap mata rantai pemasaran. Penarikan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana) sampel yang diambil sebanyak 50% dari masing masing desa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diterima oleh para petani cabai merah di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, untuk mengetahui bentuk mata rantai pemasaran (saluran pemasaran) yang menguntungkan bagi petani cabai merah di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui besarnya margin pemasaran dan keuntungan yang diterima petani pada setiap mata rantai pemasaran.
Rata-rata nilai produksi per Ha adalah sebesar Rp.89.105.691. per Ha per MT sedangkan besarnya pendapatan rata-rata pada usahatani cabai merah di daerah penelitian adalah sebesar Rp.53.326.099 per Ha per MT. Tipe dari produsen langsung menjual ke konsumen merupakan saluran yang paling menguntungkan bagi petani cabai merah hal ini disebabkan para petani dapat memperoleh keuntugan yang besar dibandingkan dengan menggunakan tipe saluran II dan III. Saluran pemasaran yang pendek memungkinkan para petani untuk dapat menentukan besar kecilnya margin pemasaran yang di inginkan oleh para petani tersebut dalam menentukan besar kecilnya harga cabai merah ke konsumen.
Diharapkan kepada petani agar mampu memperbesar usahatani cabai merah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas cabai merah. Sedangkan untuk para pedagang diharapkan dapat memilih pasar dimana sehingga mampu meningkatkan jumlah penjualan dan pendapatan pedagang. Penggunaan saluran pemasaran yang panjang. perlu diperhitungkan oleh para petani, jika pemasaran yang digunakan hanya untuk pemasaran lokal sebaiknya para petani menggunakan saluran pemasaran Tipe I karena petani dapat memperoleh keuntungan yang besar dimana harga jualnya hampir sama atau sama dengan harga jual pada pedagang pengecer, dibandingkan saluran pemasaran Tipe II. III. Untuk. menekan perbetlaan margin pemasaran tidak terlalu jauh maka diperlukan peningkatan kualitas, atau perlunya petani cabai merah memasarkan produknya sendiri ke konsumen sehingga petani dapat memperoleh keuntungan atau nilai margin pemasaran yang besar daripada petani memasarkan cabai merah melalui pedagang besar dan pedagang pengecer.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PEMASARAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM) DI DESA LADONG KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR (Novita Sari, 2019)
ANALLSIS SISTEM PEMASAARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA TANI CABAL MERAH (CAPSICUM ANNUM) DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR (Erlina, 2021)
UJI BAKTERIOLOGIS PADA AIR MINUM ISI ULANG DI DUA DESA (LEUNG BATA DAN PANTERIEK) KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH (Yuliza Azella, 2017)
ANALISIS SISTEM PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH TM DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (Edysyah Putra, 2020)
IDENTIKASI SPESIES TUNGAU PENYEBAB EAR MITES PADA KUCING DOMESTIK (FELIS DOMESTICUS) DI KECAMATAN SYIAH KUALA DAN KECAMATAN LUENG BATA (FEBRIZA SUKRA HAMDANI, 2020)