Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBEDAAN EFEK MEROKOK KONVENSIONAL TEMBAKAU DAN NICOTINE REPLACEMENT THERAPY ROKOK ELEKTRIK TERHADAP SMOKER’S MELANOSIS
Pengarang
RIZKI RACHMAYANI SITINJAK - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1713101010025
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit bahkan kematian. Pada rongga mulut kebiasaan merokok dapat menimbulkan lesi hiperpigmentasi yang dikenal dengan smoker’s melanosis. Rangsangan asap dan panas rokok yang terus-menerus menyebabkan deposisi melanin sel basal mukosa. Rokok konvensional tembakau merupakan rokok yang banyak digunakan. Penggunaan rokok elektrik sebagai Nicotine Replacement Therapy juga berkembang pesat saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efek merokok konvensional tembakau dan Nicotine Replacement Therapy rokok elektrik terhadap smoker’s melanosis. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Pengambilan subjek dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 35 perokok konvensional tembakau dan 35 perokok elektrik. Gingiva subjek dinilai menggunakan indeks pigmentasi Takashi et al. Hasil analisis dengan uji Spearman menunjukkan jumlah rokok konvensional tembakau dan jumlah liquid rokok elektrik berpengaruh signifikan terhadap smoker’s melanosis (p0,05) dengan lama merokok konvensional tembakau memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan merokok elektrik. Kadar nikotin rokok konvensional tembakau tidak berpengaruh signifikan terhadap smoker’s melanosis (p>0,05) sedangkan kadar nikotin rokok elektrik berpengaruh signifikan terhadap smoker’s melanosis (p
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI, DURASI, JENIS ROKOK, DAN KADAR NIKOTIN DENGAN SMOKER’S MELANOSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Cut Dinda Sonia Tia, 2015)
GAMBARAN KELUHAN MULUT KERING (SEROSTOMIA) PADA PENGGUNA ROKOK ELEKTRIK (E-CIGARETTE) (STUDI PADA KOMUNITAS ACEH CLOUD SYNDICATE KOTA BANDA ACEH) (NAJLA ASYURA, 2021)
PERBEDAAN STAIN PADA GIGI PEROKOK KONVENSIONAL DAN PEROKOK ELEKTRIK (RAHMAH SYAFITRI, 2021)
PERBANDINGAN KADAR KARBON MONOKSIDA EKSPIRASI, FUNGSI PARU DAN TINGKAT ADIKSI PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN PEROKOK TEMBAKAU (Rahmadiana, 2023)
PERILAKU DAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA KESEHATAN ROKOK ELEKTRIK (VAPOR) PADA KOMUNITAS VAPORIZER KOTA BANDA ACEH (RICKY RAHMADHANA PUTRA, 2020)