ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANL KEDELAI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN BIREUEN (STUDI KOMPERATIF METODE TANPA OLAH TANAH (TOT) DAN METODEOLAHTANAH(OT)) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANL KEDELAI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN BIREUEN (STUDI KOMPERATIF METODE TANPA OLAH TANAH (TOT) DAN METODEOLAHTANAH(OT))


Pengarang

NURFATHIAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705102010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam upaya mensukseskan program swasembada kedelai pada tahun 2014 mendatang, pemerintah mensosialisasikan kembali metode budidaya kedelai secara tanpa olah tanah (TOT) atau sering disebut dengan isilab zero tillage. Kabupaten Bireuen adalah salah satu daerah penghasil kedelai di Provinsi Aceh yang dipilih pemerintah untuk menerapkan metode ini. Namun, petani setempat masih enggan untuk menerapkan metode ini karena budaya mereka yang cenderung beristirahat setelah padi sawah di panen sehingga terjadi penundaan masa tanam kedelai yang akibatnya tanah harus diolah kembali atau dikenal dengan metode olah tanah (OT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbedaan keuntungan antara usahatani kedelai metode TOT dan OT. Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kota Juang dan Kecamatan Juli dengan melibatkan petani kedelai sebagai responden penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa metode TOT mampu menekan biaya produksi dari segi penggunaan tenaga kerja pada kegiatan pengolahan tanah dan mampu meningkatkan produktifitas kedelai sehingga keuntungan usahatani kedelai metode TOT lebih besar dari OT yaitu berturut-turut Rp 6.086.981.98/Ha/MT dan Rp 3.322.810,46/Ha/MT. Hal ini dibuktikan secara uji statistika yakni ta lebih besar dari taser pada a = 0,05.



Kata kunci: keuntungan, usahatani, kedelai, tanpa olah tanah (TOT), olah tanah
(OT).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK