<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87417">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PEMAKAIAN PANTY LINER DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS PADA MAHASISWI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NOVIA NURUL FATHANAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Fluor albus (leukorhea, vaginal discharge, keputihan) adalah suatu keadaan  keluarnya cairan dari alat genitalia wanita selain darah. Dalam keadaan fisiologis, sekret yang dihasilkan oleh serviks dan vagina berupa lendir yang jernih dengan konsistensi sedikit kental, bening dan tidak gatal, namun fluor albus dapat berubah menjadi patologis oleh karena beberapa penyebab yaitu non infeksi dan infeksi. Panty liner adalah salah satu pembalut wanita yang digunakan diluar periode menstruasi untuk membuat vagina tetap kering dengan menyerap produksi sekret vagina, keringat dan urin. Berbeda dengan tujuan utama pemakaiannya ternyata   penggunaan  panty liner dalam jangka waktu panjang malah akan membuat daerah vulva dan vagina menjadi lembap karena terperangkapnya uap dan  panas oleh bahan yang bersifat non-breathable sehingga memicu terjadinya fluor albus patologis. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti hubungan pemakaian panty liner dengan kejadian  fluor albus patologis pada 190 mahasiswi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data primer berupa kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas. Data penelitian diuji secara statistik dengan menggunakan uji Chi-square, didapatkan bahwa p-value=0,523 yang bermakna tidak terdapat  hubungan antara frekuensi pemakaian panty liner dengan kejadian fluor albus patologis, sedangkan didapatkan p-value=0,000 (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87417</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-14 17:02:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-15 08:30:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>