ANALISIS FINANSIAL USAHATANI KAKAO DI DESA ULEE GUNONG KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS FINANSIAL USAHATANI KAKAO DI DESA ULEE GUNONG KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Nazaruddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305102010106

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.13

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nazaruddin dengan judul skripsi "Analisis Finansial Usahatani Kakao Di Desa Ulee Gunong Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie" dengan pembimbing utama Bapak Ir. lrwan A. Kadir, MP dan pembimbing kedua Ibu Agustina Arida, SP, M.Si.
Usahatani kakao merupakan salah satu sektor perkebunan yang mendapat perhatian dari pemerintah, hal ini disebabkan oleh kegiatan usahatani banyak menyerap tenaga kerja dan merupakan salah satu pilihan bagi masyarakat desa untuk memperoleh pendapatan. Usaha pengembangan komoditas unggulan kakao sangat membutuhkan dukungan dan peran pemerintah, karena sebagian besar perkebunan kakao di Desa Ulee Gunong Kecamatan Tangse merupakan perkebunan rakyat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usahatani kakao di Desa Ulee Gunong Kecamatan Tangse layak untuk diusahakan bila ditinjau dari aspek finansial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu terfokus pada petani yang mengusahakan tanaman kakao. Ruang lingkup terbatas pada aspek finansial yang mencakup pada seluruh biaya yang dikeluarkan dan benefit yang diperoleh selama umur ekonomis. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, hal ini dikarenakan populasi adalah homogen. Jumlah sampel diambil sebanyak 5 % dari keseluruban populasi yaitu 250 petani, dengan jumlah yang akan diteliti adalah 13 orang petani kakao.
Penggunaan biaya pada usahatani kakao adalah biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi yang dikeluarkan untuk usahatani kakao pada tahun ke-0 Rp. 3 1.534.000,- dan tahun pertama Rp. 2.100.000,-, maka total biaya investasi sebesar Rp. 33.634.000,- sedangkan biaya operasional dari tahun ke-2 sam pai tahun ke-25 sebesar Rp. 69.871.000,-.
Hasil analisis dengan menggunakan kriteria investasi diperoleh Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 30.326.373,- dengan DF = 18 %. Net Benefit Cost merupakan nilai perbandingan antara benefit dan biaya proyek pada nilai sekarang. Berdasarkan hasii analisis proyek selama 25 tahun (1996-2021) pada tingkat DF 18 % maka diperoleh nilai Net Benefit Cost Ratio sebesar 1,95 dan untuk IRR diperoleh nilai sebesar 26,24%. Titik pulang pokok atau BEP dicapai pada tahun ke-13 bulan ke-3 hari ke-4 dan dari analisis sensitivitas menunjukkan usahatani kakao ini layak untuk dikembangkan dengan kemungkinan I dimana biaya naik 5% dan benefit tetap diperoleh NPV = Rp 28.047.417,-. Net B/C=1,79
dan IRR = 25,03% untuk BEP terdapat pada tahun ke-13 bulan ke-7 hari ke-13.
Hasil analisis sensitivitas kemungkinan II dengan biaya tetap dan benefit turun 5% diperoleh NPV= Rp 26.531.098, Net B/C = 1,78 dan IRR = 25,01% dan BEP diperoleh pada tahun ke-13 bulan ke-7 hari ke-19.























Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK